Jumat, 28 Agustus 2026

Wow, Biaya Dana BSI Lebih Rendah

- Jumat, 23 September 2022 11:00 WIB
Wow, Biaya Dana BSI Lebih Rendah
Direktur Finance dan Strategi BSI Ade Cahyo Nugroho dalam keterangan persnya

jaringberita.com -PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sukses meningkatkan dana murah (Current Account Saving Account/CASA) demi menekan biaya dana (Cost of Fund/CoF) semakin rendah.

Direktur Finance dan Strategi BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan, posisi biaya dana BSI saat ini lebih baik dibandingkan rata-rata bank konvensional. Seiring dengan terus meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk menempatkan dananya di BSI. Alhasil, biaya dana BSI terus meningkat secara konsisten.
“Perkembangan ini mudah-mudahan dapat mendukung upaya kami memberikan produk dan layanan yang lebih kompetitif kepada masyarakat,” ujar Cahyo dalam keterangan resmi, kemarin.
Dia mengatakan, perseroan juga terus meningkatkan dana murah, sehingga total CASA BSI pada Juni 2021 mencapai 54,81 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK), sebesar Rp 216,39 triliun.
Kemudian, komposisi CASA meningkat menjadi 57,91 persen dari total DPK sebesar Rp 233,25 triliun pada Desember 2021. Dan naik lagi pada Juni 2022 menjadi sebesar 59,43 persen dari total DPK sebesar Rp2 44,66 triliun.
Menurut Direktur Utama BSI Hery Gunardi, peningkatan dana murah ini ditopang oleh masifnya tabungan dana wadiah. Hingga posisi Juni 2022, tabungan wadiah tumbuh 23,06 persen secara tahunan (year on year/yoy). Atau meningkat menjadi Rp 39,16 triliun.

“Menggencarkan tabungan wadiah menjadi salah satu solusi cerdas bagi kami, dalam mendorong penurunan biaya dana,” ujarnya.
Hery mengatakan, strategi BSI ini berhasil menurunkan tingkat biaya dana. Terbukti, sejak 2021 angka CoF BSI terus menurun.
Jika pada posisi Juni 2021 berada di level 2,14 persen, maka pada posisi Desember 2021 menyusut menjadi 2,03 persen. Dan kembali turun menjadi 1,57 persen pada Juni 2022. Artinya, CoF BSI itu sudah turun drastis.
Pihaknya akan terus berupaya menekan biaya dana dan meningkatkan efisiensi, serta dana murah. Sehingga perseroan mampu meraih Net Operation Margin (NOM) tinggi. Termasuk, mempercepat business process layanan mulai dari yang depan, tengah, sampai belakang.
Selain itu, emiten berkode saham BRIS tersebut juga memiliki economic of scale yang kompetitif dengan basis nasabah mencapai 17 juta.
“Tahun ini ada penambahan nasabah rata-rata 150 ribu per bulan, lebih besar dari rata-rata penambahan nasabah 100 ribu per bulan tahun lalu,” jelas Hery.
Hal ini dapat dilihat dari rasio biaya operasional berbanding pendapatan operasional yang terus menurun. Jika pada Juni 2021 posisinya berada di level 80,68 persen, maka pada Juni 2022 menyusut menjadi 74,50 persen.
“Dengan berbagai strategi dan upaya yang diterapkan sejauh ini, pada akhirnya BSI mampu memiliki tingkat keuntungan yang baik,” jelas Hery.

Selain mampu menghasilkan tingkat keuntungan yang sangat baik, Hery menjelaskan, BSI juga terus berupaya meningkatkan daya saing dalam hal yield pembiayaan. Tingkat bagi hasil pada Desember 2021 berada di angka 9,57 persen, bisa diturunkan menjadi 9,19 persen pada Juni 2022.

Baca Juga:
“Malah untuk pembiayaan konsumer, pricing yang ditawarkan BSI jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan bank-bank ternama di negeri ini,” katanya.
“Ke depan, kami akan terus mengupayakan peningkatan CASA dan menurunkan biaya dana, serta meningkatkan efisiensi,” pungkas Hery.
Dilansir RM.id, hal itu diamini oleh Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Harris Turiono dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), Selasa (20/9).
“Saya terkejut, CoF BSI 1,57 persen hingga semester I tahun 2022. Ini di bawah rata-rata industri perbankan. Angka itu jauh dibandingkan sebelum merger, yakni 2,7 persen di tahun 2020,” kata Harris.

Tags
BSI
beritaTerkait
Hore, 100.000 Anggota Polri Bakal Dapat Rumah Subsidi
Truk Angkut 3 Ton BBM Bersubsidi di Hentikan Polisi Laju Perjalannya
Mabes Polri dan Polda Sumut Gerebek Gudang Penyelundupan Solar Subsidi di Medan
Kasus Gas LPG Subsidi Oplosan, Eks Anggota DPRD Sumut Ditangkap Polisi
Soal Temuan Tumpukan Pupuk di Sergai, Ini Penjelasan PT Pupuk Indonesia
Lapor Komandan ! Oknum Bg Haji Jual Pupuk Subsidi Ilegal Resahkan Petani
komentar
beritaTerbaru