jaringberita.com - Bintang film A Girl at My Door didenda 20 juta won atau sekitar Rp234 juta karena menyebabkan kecelakaan saat mengemudi di bawah pengaruh alkohol.
Melansir Liputan6, Kamis (9/3/2923), Kim Sae Ron muncul di pengadilan untuk persidangan pertamanya yang diadakan oleh Pengadilan Distrik Pusat Seoul, pada Rabu (8/3/2023).
Dikutip dari Kbizoom, Kim Sae Ron tampil mengenakan kardigan abu-abu, rambutnya diikat ke belakang, dan masker di wajahnya. Ia tampak lelah dan menunjukkan lingkaran hitam sampai ke tulang pipinya.
Selama persidangan, Kim Sae Ron, yang didakwa atas tuduhan melanggar Undang-Undang Lalu Lintas Jalan. Ia pun meminta maaf dan menyatakan bahwa dia telah merefleksikan tindakannya dan tidak akan pernah membiarkan kejadian seperti itu terjadi lagi.
Namun jaksa penuntut umum menyoroti kadar alkohol dalam darah Kim Sae Ron, yang ditemukan lebih dari 0,22 persen, sebagai faktor signifikan dalam kecelakaan itu. Pengadilan memperhitungkan bahwa ini adalah pelanggaran pertama Kim Sae Ron.
Ia juga mengakui dakwaan dan akan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk memulihkan kerusakan. Meski begitu, Kim Sae Ron tetap dinyatakan bersalah dan didenda sebesar 20 juta won.
Saat persidangan, Kim Sae Ron sempat meminta keringanan hukuman. Ia bahkan mengungkapkan jika keluarganya sedang berjuang dengan mata pencaharian mereka setelah membayar kompensasi dalam jumlah besar.
Tapi penuntut menyatakan, tingkat alkohol dalam darah Kim Sae Ron lebih dari 0,2 persen dan dia mencoba melarikan diri tanpa mengambil tindakan apa pun setelah mengemudi di bawah pengaruh (alkohol).
Pengacara Kim Sae Ron menyatakan, terdakwa sangat menyesali tindakannya dan bersumpah tidak akan pernah melakukan kejahatan seperti itu lagi. Dia juga menahan diri dari minum alkohol dan menjual mobilnya.
"Dia telah membayar semua kompensasi untuk kerusakan. Bahkan, dia tidak pernah mengemudi dalam keadaan mabuk sebelum kecelakaan itu dan sering menggunakan sopir untuk jarak dekat."
"Terdakwa saat ini menghidupi keluarganya sebagai anak perempuan tertua, dan keluarganya juga berjuang dengan masalah kesulitan keuangan setelah membayar ganti rugi dalam jumlah besar. Kami berharap agar tergugat diberikan keringanan hukuman sebanyak-banyaknya."