jaringberita.com -
Gubernur
Sumatera
Utara
(Sumut)
Edy
Rahmayadi
menekankan
kepada
para
kepala
daerah
agar
pada
Rencana
Kerja
Pemerintah
Daerah
(RKPD)
tahun
2024,
untuk
memfokuskan
pada
sektor
pertanian,
peternakan
dan
infrastruktur,
setelah
program
kebutuhan
dasar,
pendidikan
dan
kesehatan.
“Penguatan sektor ini merupakan satu dari beberapa upaya dukungan perekonomian masyarakat,” katanya pada Pembukaan Pra Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2024 Zona Pantai Timur, di The Hill Sibolangit, Jumat (3/3/2023).
Pada kegiatan tersebut, Edy juga menyambut baik hadirnya sejumlah masyarakat yang menerima manfaat dari program pembangunan seperti bantuan pendidikan, bedah rumah, UMKM, nelayan, pertanian, serta kegiatan yang memicu peningkatan ekonomi kerakyatan.
"Saya senang acara Pra Musrenbang digelar seperti ini. Bukan bermaksud untuk membuat sedih, namun bagaimana prioritas pembangunan ini kita kerjakan dengan benar," ujarnya.
Selain penerima bantuan, Edy juga mengingatkan tentang kemampuan anggaran daerah yang mungkin belum dapat sepenuhnya menjangkau seluruh kawasan. Meskipun secara ideal, keinginan untuk menyentuh seluruh sendi kehidupan masyarakat merupakan keniscayaan bagi seorang kepala daerah.
Karenanya, sambungnya, baik Gubernur maupun Bupati/Walikota serta jajaran, perlu memikirkan bagaimana program pembangunan bisa dinikmati rakyat, berdasarkan kewenangna masing-masing.
"Kalau tidak bisa melakukan perubahan, kita akan jadi susah sekali. Makanya saya ingin fokus, program (dalam Musrenbang RKPD 2024 mendatang) pembangunan pertanian, peternakan dan infrastruktur. Karena dampak pembangunan, banyak sekali areal persawahan menjadi perumahan dan membuat lahan pertanian terus berkurang," jelasnya.
Untuk itu, Edy berpesan kepada seluruh pimpinan OPD, agar merencanakan program kerja dengan baik. Sebab kebutuhan dasar pendidikan dan kesehatan perlu ditopang dengan upaya memajukan perekonomian masyarakat.
"Ayo kita bergandengan tangan, jangan pesimis, kita harus optimis. Kita yakinkan mampu. Untuk ini, saya sering 'memarahi' kepala dinas dalam mengejar program pembangunan. Sebab kalau ada kesalahan, yang salah itu bukan anak buahnya, tetapi komandannya (kepala daerahnya)," sebutnya.
Selain itu, Edy juga meminta Pimpinan OPD melakukan tugas dengan baik, terutama yang menyangkut program pembangunan yang membutuhkan koordinasi aktif dengan kepala daerah.