jaringberita.com -Ngadilah, nenek berusia 54 tahun asal Dusun Krambil, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, DIY ini mewakafkan sebidang tanah seluas 200 meter persegi untuk pembangunan TK Bumi Damai Indonesia.
Tanah tersebut berada di samping TK Bumi Damai Indonesia yang didirikan oleh anggota SubBid Provos BidPropam Polda DIY, Bripka Heri Prasetyo pada Juli 2020 lalu. Bangunan TK itu juga milik Ngadilah yang disewakan, namun dirinya rela untuk pindah ke rumah anaknya, agar cucu dan anak-anak lainnnya bisa sekolah TK.
Uang sewa juga sebenarnya tidak diharapkan oleh Ngadilah pada saat itu. Akhirnya, Bripka Heri hanya diminta untuk membayar seikhlasnya saja, yang terpenting ada sekolah TK di Dusun Krambil. Pasalnya, untuk menuju sekolah TK sangat jauh dari dusun.
Ngadilah menuturkan, tiga tahun lalu dirinya bertemu dengan Bripka Heri yang pada saat itu tengah blusukan untuk membagikan sembako. Perempuan paruh baya ini bersama penduduk lainnya menyampaikan aspirasi ingin ada sekolah TK.
Dirinya tidak bisa menahan air mata bahagia melihat rumahnya itu bisa dijadikan tempat anak-anak bermain dan belajar. Yang buat dirinya terenyuh, seluruh gaji guru, menyewa rumah untuk TK dan operasional dari uang tunjangan kinerja (tukin) Bripka Heri. Bahkan sudah ada tiga angkatan untuk saat ini dan akan bertambah lagi.
Antusiasme warga berbondong-bondong untuk mendaftarkan anak-anak lantaran sekolah TK Bumi Damai Indonesia itu gratis.
"Daripada disewa dibangun saja tak kasih tanah saya bilang begitu kasihan sama anak-anak biar lanjut di sini daripada kemana-mana, tak kasih tanah daripada nyewa," kata Ngadilah di TK Bumi Damai Indonesia, Rabu (21/6/2023).
Dirinya berharap, tanah yang dihibahkan dua tahun lalu itu dibangun TK yang lebih luas lagi. Menurutnya untuk tahun ajaran baru sudah ada 30 anak yang ingin mendaftar di TK.
"Saya bangga dengan Pak Heri pakai uang pribadinya sendiri, tidak nyangka setelah saya sampaikan ingin ada sekolah TK keinginan saya terwujud. Saya kasian sama anak cucu jauh kalau mau TK, saya berikan tanah itu diwakafkan biar dibangun," tutur Ngadilah.