Kabareskrim Jawab Presiden Jokowi soal Terobosan Pemberantasan Narkoba


Kabareskrim Jawab Presiden Jokowi soal Terobosan Pemberantasan Narkoba
Yudha Marhaena
jaringberita.com -Kabareskrim Komjen Wahyu Widada menjawab instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencari terobosan terkait penanganan dan pemberantasan narkoba. Salah satunya dengan melakukan operasi gabungan dengan negara tetangga atau join operation sejak Mei 2022.

"Kita sudah melaksanakan operasi sejak lama. Dan kita melaksanakan join operation. Kalau disita barang bukti sabu dan dimusnahkan, dia masih punya uang. Kita habiskan uangnya, kita sita aset-asetnya," kata Wahyu Widada dalam konferensi pers pengungkapan sabu dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Selasa (12/9/2023).

Wahyu melanjutkan dari terobosan pemberantasan narkoba dengan join operation bersama Polisi Diraja Malaysia, Royal Thai Police, DEA Jakarta, DEA Bangkok, Ditjenpas, Ditjen Imigrasi, Kejaksaan Agung dan BNN ini membuahkan hasil. Bareskrim Polri bisa menyikat sindikat narkoba jaringan internasional terbesar Indonesia yang dikendalikan oleh Fredy Pratama. Sejak 2022 hingga 2023 sudah 38 tersangka yang ditangkap dengan barang bukti 10.5 ton sabu.

Selain itu, Bareskrim Polri juga mengenakan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Barang bukti yang berhasil disita baik uang tunai dan aset berupa tanah dan bangunan jikan dikonversikan mencapai Rp273,45 miliar.

Wahyu mengungkapkan Fredy alias Miming, alias Cassanova alias Mojopahit alias The Secret ini mengendalikan peredaran narkoba dari Thailand. Menurutnya sindikat narkoba Fredy Pratama cukup rapih. Selain memiliki koordinator sebagaimana organisasi, dalam operasi menggunakan komunikasi dengan aplikasi yang jarang digunakan khalayak umum.

"Mereka berkomunikasi dengan menggunakan aplikasi blackberry messenger dan wire," ujarnya.
Kabareskrim Jawab Presiden Jokowi soal Terobosan Pemberantasan Narkoba

Kabareskrim Komjen Wahyu Widada menjawab instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencari terobosan terkait penanganan dan pemberantasan narkoba. Salah satunya dengan melakukan operasi gabungan dengan negara tetangga atau join operation sejak Mei 2022.

"Kita sudah melaksanakan operasi sejak lama. Dan kita melaksanakan join operation. Kalau disita barang bukti sabu dan dimusnahkan, dia masih punya uang. Kita habiskan uangnya, kita sita aset-asetnya," kata Wahyu Widada dalam konferensi pers pengungkapan sabu dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Selasa (12/9/2023).

Wahyu melanjutkan dari terobosan pemberantasan narkoba dengan join operation bersama Polisi Diraja Malaysia, Royal Thai Police, DEA Jakarta, DEA Bangkok, Dirjenpas, Ditjen Imigrasi, Kejaksaan Agung dan BNN ini membuahkan hasil. Bareskrim Polri bisa menyikat sindikat narkoba jaringan internasional terbesar Indonesia yang dikendalikan oleh Fredy Pratama. Sejak 2022 hingga 2023 sudah 38 tersangka yang ditangkap dengan barang bukti 10.5 ton sabu.

Selain itu, Bareskrim Polri juga mengenakan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Barang bukti yang berhasil disita baik uang tunai dan aset berupa tanah dan bangunan jikan dikonversikan mencapai Rp273,45 miliar.

Wahyu mengungkapkan Fredy alias Miming, alias Cassanova alias Mojopahit alias The Secret ini mengendalikan peredaran narkoba dari Thailand. Menurutnya sindikat narkoba Fredy Pratama cukup rapih. Selain memiliki koordinator sebagaimana organisasi, dalam operasi menggunakan komunikasi dengan aplikasi yang jarang digunakan khalayak umum.

"Mereka berkomunikasi dengan menggunakan aplikasi blackberry messenger dan wire," ujarnya.

Penulis
: Yudha Marhaena S
Editor
: Yudha Marhaena

Tag: