jaringberita.com -Batam -
Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (
Bakamla RI) melakukan uji fungsi senjata SMASH 30 MM selama dua hari di Pulau Petong, Batam, Kepulauan Riau. Senjata meriam tersebut nantinya berfungsi untuk keamanan diri anggota
Bakamla saat berpatroli menjaga laut Indonesia.
Uji fungsi dilaksanakan pada 22 Desember hingga 23 Desember 2023 kemarin. Sebelum dilakukan kegiatan tersebut, para anggota telah dibekali pelatihan oleh tenaga ahli untuk menggunakan senjata meriam dari manufaktur Aselsan-Turki. Empat kapal yang melakukan uji fungsi senjata SMASH 30 MM yakni KN Bintang Laut 401, KN Ular Laut 405, KN Singa Laut 402, KN Belut Laut 406.
Uji coba dilaksanakan oleh TA (Tenaga Ahli) Aselsan, pengawak meriam 4 KN
Bakamla dan Surveyor dari Dislaikmatal Mabesal. Kegiatan Uji fungsi senjata dipantau langsung oleh Kepala Biro Sarana dan Prasarana (Kabiro Sarpras) Bakmala RI Laksamana Pertama (Laksma)
Bakamla Rudi Parulian Simorangkir yang didampingi Kepala Perencanaan dan Ortala (Karoren)
Bakamla RI Laksma
Bakamla I Gusti Aswan Chandra, Direktur Operasi Laut (Opsla)
Bakamla RI Laksma
Bakamla Basri Mustari dan Auditor Madya Inspektorat
Bakamla RI.
Keempat kapal Patroli
Bakamla RI tersebut melakukan uji fungsi menembak sasaran dengan jarak 400 meter hingga 1.500 meter, sebelum melakukan uji fungsi tembak ke sasaran, keempat (4) Pengawak Meriam KN
Bakamla RI mendapat arahan dari Dansatgas Kolonel
Bakamla Davit Hastiadi.
"Senjata ini nantinya berfungsi untuk keamanan diri anggota
Bakamla RI dalam menjaga laut Indonesia pada saat melakukan patroli," kata Laksma Rudi Parulian dalam keterangannya, Minggu (24/12/2023).
Selain itu kata sambung Laksma Rudi, bahwa uji fungsi ini merupakan bagian dari kontrak pengadaan senjata dengan PT Indo Artha Marine tahun anggaran (TA) 2022-2023 (multiyears 2 tahun). "Selama uji fungsi berlangsung dengan aman dan lancar," pungkasnya.