Walhi Sumut Soroti Sampah di Kota Medan, Saran Wali Kota Medan keluarkan Kebijakan


Walhi Sumut Soroti Sampah di Kota Medan, Saran Wali Kota Medan keluarkan Kebijakan
istimewa
Aktivis Lingkungan yang tergabung WALHI Sumut, KOMPAS USU, GENETIKA UISU dan REPALA Indonesia, mengelar aksi di depan Istana Maimon Jln. Brigjen Katamso, pada Minggu (13/11). Aksi kretif digelar untuk mendapatkan dukungan masyarakat agar Wali Kota Medan mengambil tindakan atau mengeluarkan kebijakan, sebab sampah bukan warisan dengan cara mengukuhkan tanda tangan, pengukuhan tanda tangan.

jaringberita.com - Aktivis Lingkungan yang tergabung WALHI Sumut, KOMPAS USU, GENETIKA UISU dan REPALA Indonesia, mengelar aksi di depan Istana Maimon Jln. Brigjen Katamso, pada Minggu (13/11). Aksi kretif digelar untuk mendapatkan dukungan masyarakat agar Wali Kota Medan mengambil tindakan atau mengeluarkan kebijakan, sebab sampah bukan warisan dengan cara mengukuhkan tanda tangan, pengukuhan tanda tangan.

Nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah di Kota Medan, sebagai dukungan untuk mengeluarkan kebijakan tentang Pengelolahan serta pengawasan sampah di Kota Medan.

Khairul Bukhari, yang sering di sapa Ari, dari Walhi Sumatera Utara, menilai lewat proses evaluasi sesuai indikator yang tetap, pejabat terkait akan dapat lebih maksimal dan efektif dalam bekerja, minimal aksi tata kelola sampah di tingkat kantor-kantor pemerintahan terlebih dahulu. Disamping itu, Ari juga menjelaskan Wali Kota Medan, segera melakukan tindakan tertentu dan memperkuat peraturan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan persoalan pengelolahan sampah.

"Sebab kita ketahui bersama-sama produksi sampah di Kota Medan mencapai 2.000 ton per hari," ucapnya lewat siaran persnya, Rabu (16/11).

Saat ini Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatera Utara, melakukan studi timbulan dan komposisi sampah di 2 (dua) titik keluarahan di Kota Medan, dengan metode untuk mengumpulkan, mengidentifikasi dan menganalisa komposisi sampah disuatu kawasan, salah satu contoh dikelurahan Ladang Bambu, Kec.. Medan Tuntungan, Kota Medan, studi dilakukan terhadap 50 rumah tangga.

Tercatat sebanyak 712 jiwa dengan rata-rata jumlah anggota 4 orang/rumah tangga, dengan meminta dan mengedukasi responden untuk memilah kedalam 3 jenis sampah (daur ulang, popok dan tidu serta sisa makanan/kebun). Dengan pewadahan yang terpisah, dengan memperoleh 43% responden menempatkan wadah sampah di dalam rumah, 34% responden menempatkan wadah sampah diluar rumah, 14% responden menempatkan wadah sampah didalam dan didalam dan 9% responden tidak memiliki sampah (data tikutip selama 8 hari pengumpulan).

"Dari hasil studi yang di lakukan walhi Sumatera Utara, terhadap pengumpulan sampah yang dilakukan selama 8 hari dengan 1 hari masa percobaan dan 7 hari produktif, mendapatkan timbulan sampah tertinggi ada pada hari Rabu, dengan total timbulan sampah sebesar 84.17 kg/hari dengan total 8.32 kg/hari untuk sampah daur ulang ada 2.87 kg/hari untuk sampah popok dan tisu serta 72.98 kg/hari ada di sampah makanan/kebun," pungkas Ari.

Penulis
: Rel
Editor
: La Tansa

Tag: