Membentuk Karakter Siswa, SD Negeri 5 Rantau Utara Rutin Gelar Pentas Seni dan Budaya


Membentuk Karakter Siswa, SD Negeri 5 Rantau Utara Rutin Gelar Pentas Seni dan Budaya
Syahkira Aura Syahnun dan Habibi Ramadhan siswa SD Negeri 5 Rantau Utara selesai melaksanakan Gelar Pentas Seni dan Budaya.
jaringberita.com -Siswa SD Negeri 5 Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, mulai dikenalkan dengan kegiatan budaya untuk membentuk karakter siswa sejak dini.

Salah satunya, melalui pentas seni dan budaya yang rutin dilaksanakan setiap hari Sabtu.

“Gelaran pentas seni dan budaya ini, menjadi media edukasi dalam penerapan pendidikan karakter sejak dini,” ujar Kepala SD Negeri 5 Rantau Utara, Sumarni SPd, disela-sela kegiatannya mengikuti pentas seni dan budaya, yang dilaksanakan di sekolah itu, Sabtu (20/5/2023).

Menurut dia, kegiatan pentas seni dan budaya ini, rutin dilaksanakannya setiap hari Sabtu. Hal ini katanya, sejalan dengan harapan Bupati Labuhanbatu dr H Erik Adtrada Ritonga MKM dan Ketua Tim Penggerak PKK, dr. Hj. Maya Hasmita SPOG, untuk memberikan perhatian pendidikan karakter kepada siswa dimasing-masing sekolah.

Sumarni menjelaskan, dalam kegiatan ini masing-masing siswa setiap hari Sabtu, secara bergantian dari kelas I sampai VI, menampilkan kebolehannya untuk membawakan tari, nyanyi daerah, Nusantara. Dan seni budaya daerah jenis lainnya. Termasuk pula semacam fashion show mengenakan budaya adat dan tradisional yang ada di Indonesia.

Diharapkan katanya, melalui pentas seni dan budaya, nilai-nilai dan muatan pendidikan moral (karakter), dapat tersampaikan kepada anak didik. Seni kedepannya, melalui seni dan budaya nasional, bisa menjadi filter terhadap perkembangan dampak negatif era globalisasi.

“Anak-anak bisa belajar mengenai berbagai nilai kehidupan dari berbagai seni dan budaya yang berkembang di tanah air. Ini syarat pendidikan moral bagi masyarakat, termasuk anak sekolah,” ujarnya.

Program pentas seni dan budaya di sekolah, diharapkan menumbuhkan kecintaan anak terhadap warisan leluhur. Pelestarian budaya membutuhkan benteng kuat yang dibangun dari rasa bangga generasi muda.

Sumarni menjelaskan, pentas seni ini bukan dalam bentuk pertandingan. Hanya kegiatan rutin Mingguan di sekolah. Untuk mengembangkan bakat anak-anak murid, kegiatan ini mendapatkan bimbingan guru kelas 2B, ibu Dewi Erlinda SPd.



Penulis
: Buwas
Editor
: La Tansa

Tag: