jaringberita.com -
Wakil
Gubernur
(Wagub)
Sumatera
Utara
(Sumut)
Musa
Rajekshah
menghadiri
Gema
Sholawat
100
Rebana
sekaligus
Halalbihalal
Gabungan
Majelis
Majelis
se-Kota
Medan
di
Pelataran
Masjid
Al-Musannif
Cemara
Asri,
Deliserdang,
Senin
(22/5/2023)
malam.
Ijeck mengapresiasi acara yang diisi dengan tausiyah, dzikir dan sholawat ini dipenuhi antusias oleh jemaah. Dia berharap, acara ini membuat hati selalu terpaut pada Allah SWT seperti harapan pimpinan Majelis Ta’lim Darusahofa Medan KH Mufty Ahmad Nasihin sebagai penyelenggara.
“Ini malam Senin, menuju hari pertama kerja tapi yang hadir banyaknya seperti ini. Urusan dunia tidak melupakan kita untuk memperbanyak amal sebagai persiapan menuju akhirat kelak. Baru ini saya mendengar ada ulama mengumpulkan seluruh majelis yang tujuannya agar hati kita ini terpaut oleh Allah, supaya kita ingat terus bersholawat untuk Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.
Kegiatan ini, diharapkan Ijeck juga bisa memberikan keberkahan bagi Indonesia, khususnya Sumatera Utara dan Kota Medan.
“Semoga acara ini memberi keberkahan bagi Kota Medan, bagi Sumatera Utara dan Indonesia. Menjadikan daerah kita baldatun thoyyibatun warobbun ghofur,” katanya.
Indonesia, lanjut Ijeck, dalam waktu dekat akan memasuki tahun politik, Ijeck juga berharap seluruh umat Islam bisa menjaga kedamaian, berperan menjaga persatuan dan kesatuan antar sesama.
“Tahun 2024 Indonesia memasuki tahun politik jangan karena politik membuat kita terpecah belah. Bersandarlah kita hanya kepada Allah dan yakin apapun yang kita hadapi adalah yang terbaik. Semoga pertemuan ini meningkatkan ghirah, kita dalam beribadah, semakin banyak shalat jemaah di masjid dan semakin banyak masjid yang buka 24 jam,” katanya.
Sementara itu pimpinan Majelis Ta’lim Darusahofa Medan KH Mufty Ahmad Nasihin juga berharap acara ini dapat menjadi wadah untuk saling memaafkan, karena sifat ini merupakan hal yang sangat dianjurkan dalam ajaran agama Islam.
“Niat halalbihalal ini untuk bisa saling memaafkan. Mungkin ada santri melawan ustaz, mungkin antar ustaz gak enak-enakan karena omongan murid, macam-macam. Di antara keburukan yang nyata adalah suuzan, prasangka-prasangka buruk, semoga hari ini kita bisa saling husnuzan, berbaik sangka dan saling memaafkan,” ujarnya.