Cegah Gangguan Ginjal Akut pada Anak, Gubsu Edy Sarankan Ini Kepada Orang Tua


Cegah Gangguan Ginjal Akut pada Anak, Gubsu Edy Sarankan Ini Kepada Orang Tua
istimewa
Gubsu Edy Rahmayadi

jaringberita.com - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi meminta kepada masyarakat dan orang tua untuk tidak memberikan obat dalam bentuk sirup dan Paracetamol kepada anak yang sedang sakit. Hal itu, dalam mencegah bertambahnya kasus gagal ginjal yang menyebabkan 7 balita meninggal dunia.

Gubernur Edy mengakui bahwa Paracetamol dijual di tengah masyarakat sangat murah berkisar Rp 9 ribu hingga Rp 11 ribu. Namun, ia mengatakan Pemprov Sumut juga akan menyalurkan obat-obatan ke 33 Kabupaten/Kota di Sumut.

"Memang murah (Paracetamol) obat itu, memang susah rakyat kita tak punya uang. Untuk itu, akan kita suport obat seperti pada kejadian Covid-19, tolong ini sosialisasikan," sebut Gubernur Edy kepada wartawan di Kota Medan, Rabu 19 Oktober 2022.

Gubernur Edy mengungkapkan untuk Paracetamol juga ditarik dan dilarang untuk dijual kembali. Kemudian, juga tetap dilakukan pengawasan di apotek dan toko obat. Jangan sampai jenis obat yang sama dijual kembali kepada masyarakat secara luas.

"Sudah disetop, udah kita tarik obat itu semua. Tapikan masih ada yang simpan sana simpan sini. Sudah terlanjur dibeli, ada lagi yang berbisnis tentang ini. Ini lah yang merusak anak kita," kata mantan Pangkostrad itu.

Disinggung soal minim kordinasi antara Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut dan RSUPH Adam Malik, Kota Medan dalam penanganan pasien kasus gagal ginjal akut tersebut. Namun, Gubernur Edy membantah hal tersebut. Pihaknya dan Kemenkes juga bingung terkait penyebab penyakit mematikan itu.

"Bisa jadi, ini lah akan rapat tokoh-tokoh rumah sakit dan doktor-doktor anak, saya liat bukan minim koordinasi, persoalannya dia (gagal ginjal) sendiri belum tau bingung, Menkes aja masih bingung ini, kan tak boleh mendiagnosa sesuatu. Tahu-tahu salah gimana?," jelas Gubernur Edy.

Penulis
: Lts
Editor
: La Tansa

Tag: