Bocah 12 Tahun Diduga Meninggal Tak Wajar, Orang Tua Lapor Polisi


Bocah 12 Tahun Diduga Meninggal Tak Wajar, Orang Tua Lapor Polisi
mtc/istimewa
Jenazah korban saat di RS Bhayangkara

jaringberita.com - Dedi Alkamah (42) ayah dari Anjel Kanocah seorang bocah perempuan berusia 12 tahun yang diduga meninggal dengan cara tidak wajar membuat laporan ke kantor polisi.

Di mana diketahui, anaknya tersebut meninggal dunia di Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) dr Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi pada Rabu (15/2/2023) kemarin sekira pukul 11.30 WIB karena menderita sakit yang tidak diketahuinya.

Anjel selama ini ikut bersama bekas tetangganya yang biasa di sebut kakek Masker yang merupakan seorang penarik beack bermotor (betor).

Kecurigaan akan kematian Anjel bermula ketika jenazah bocah ini di bawa ke rumah duka ke tempat kakek kandungnya di jalan Sei Kelembah, Kelurahan Durian, Kecamatan Bajenis Kota Tebingtinggi karena terlihat ada memar di bagian belakang tubuh korban.

Kecurigaan itupun semakin besar setelah pihak keluarga meminta kepada bilal mayat untuk memeriksa kondisi tubuh jenazah pada saat sedang di mandikan pada Kamis (16/2/2023), yang ternyata dalam pemeriksaan oleh tiga bilal wanita mengatakan kalau kematian korban dianggap tidak wajar lantaran di ketahui terdapat luka pada bagian kemaluan dan dubur korban.

Merasa tidak senang akan hal tersebut, pihak keluarga pun langsung memanggil kakek Masker dan istrinya. Namun ketika ditanyakan c jawabannya keduanya terkesan simpang siur, dan tetap kukuh tidak mau mengakui perbuatannya.

Karena tetap tidak mau berterus terang, pihak keluarga korban pun langsung membawa jenazah korban ke RS Bhayangkara untuk dilakukan Visum Et Revertum (VER) terhadap jenazah.

Hal inilah yang di jelaskan oleh Dedi Alkamah selaku orang tua kandung korban kepada wartawan saat di temui di RS Bhayangkara Kota Tebingtinggi.

Di jelaskan Dedi, kalau sejak lahir anaknya Anjel sudah ditinggal lari oleh ibunya, sehingga sejak saat itu dia diasuh oleh adik iparnya dari bayi sampai menginjak kelas 2 Sekolah Dasar. Lalu korbanpun kembali di asuh oleh ayahnya dan tinggal bersama di rumah kedua orang tua Dedi di Jalan Sei Kelembah.

Pada tahun 2021 ibu kandung Dedi meninggal dunia, sehingga kasih sayang terhadap Anjel pun mulai berkurang, namun di sisi lain ternyata ada dua orang pasangan kakek dan nenek yang peduli dan selalu perhatian terhadapnya hingga akhirnya Anjel suka bermain-main ke rumah pasangan tersebut yang ketika itu bertetanggaan dengan ayah korban.

Sampai pada akhirnya pasangan tersebut pindah rumah di Simpang Uyub Kelurahan Pinang Mancung Kecamatan Bajenis Kota Tebingtinggi. Sekitar tahun 2022, kakek Masker datang kerumah kakek kandung korban untuk meminjam cucunya Anjel karena istrinya sedang sakit, dengan alasan agar saat dirinya bekerja ada orang yang melihat-lihat istrinya yang sedang sakit.

Sampai sang nenek Masker sudah sembuh dan sehat Anjel tidak juga mau pulang ke rumah kakek kandungnya, dan hampir setiap hari juga Anjel selalu dibawa pasangan kekek nenek ini keliling kampung menggunakan becak bermotor namun tidak singgah pulang ke rumah kakek kandungnya.

Sedangkan menurut keterangan Mariani (45), sepupu dari nenek kandung korban mengatakan kalau selama hampir satu tahun korban tinggal bersama pasangan kakek Masker, korban tidak diperbolehkan pulang.

Kalaupun Anjel mau di jemput pulang keluarga harus membayar birinya tinggal bersamanya sebesar lebih kurang Rp5 juta, namun karena faktor ekonomi yang serba kekurangan membuat keluarga pun tidak mau menjemput Anjel pulang untuk kumpul bersama keluarganya.

Namun hal yang aneh juga di ceritakan oleh Marini, dimana sebelumnya dirinya bersama keluarga lainnya sempat bertemu dengan korban yang sedang naik becak bersama pasangan kakek Masker lewat jalan Sei Kelembah dengan kondisi masih sehat wal afiat pada, Senin (13/2/2023) sekira pukul 16.00 WIB.

Namun pada Rabu (14/2/2023) sekira pukul 14.00 WIB dirinya di jumpai oleh nenek masker dan mengabarkan kalau cucu mereka Anjel sedang sakit dan di rumah sakit. Namun karena dianggap kalau korban hanya mengalami sakit biasa, Mariani bersama keluarga pun berniat akan menjenguk cucunya pada Rabu sore sepulang wirid dirinya.

Namun baru setengah jam dirinya sampai di tempat perwiritan, dirinya mendapatkan kabar kalau cucunya Anjel meninggal dunia.

Sehingga keluarga korban langsung pergi ke rumah sakit umum dr. Kumpulan Pane, dan oleh pihak rumah sakit menjelaskan kalau korban sudah meninggal sejak pukul 11.00 WIB siang. Namun pasangan kakek dan nenek masker tidak berani berterus terang kepada keluarga korban.

Bukan hanya itu, nenek Masker juga sempat mendatangi ayah korban yang sedang menjaga parkir di depan lapangan Merdeka kota Tebingtinggi sekira pukul 12.00 WIB, di situ sang nenek mengabarkan kepada ayah korban kalau anaknya sedang sakit dan telah berada di Rumah sakit, namun kata sang nenek kalau anaknya tidak mau berobat dan lari-lari saat berada di Rumah sakit.

Padahal korban sudah meninggal dunia sekitar pukul 11.00 WIB, namun sang nenek tidak mau berterus terang juga kepada ayah korban, sehingga saat itu ayah korbanpun mengatakan kepada sang nenek kalau dirinya akan melihat anaknya yang sakit pada sore harinya.

Kini kasus kematian bocah perempuan berusia 12 tahun ini telah di tangani pihak Sat Reskrim Mapolres Tebingtinggi setelah ayah korban membuat laporannya ke SPKT Mapolres Tebingtinggi.

Penulis
: Mtc
Editor
: Nata

Tag: