Jumat, 14 Agustus 2026

Meski Dibayangi Ancaman Resesi 2023, Sumut Tetap Optimis Dapat Tekan Angka Stunting

- Rabu, 08 Februari 2023 21:00 WIB
Meski Dibayangi Ancaman Resesi 2023, Sumut Tetap Optimis Dapat Tekan Angka Stunting
Istimewa
Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah bersama Sestama BKKBN Tavip Agus Rayanto memberikan keterangan Rakerda Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2023

jaringberita.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengaku tetap optimis dapat menurunkan angka stunting sesuai target 14 persen di tahun 2024 mendatang.


Meski di satu sisi, muncul ancaman resesi ekonomi global tahun 2023 yang nantinya dikhawatirkan dapat menghambat suksesnya program penurunan stunting, karena resesi berkaitan dengan kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi.

Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah mengatakan, pihaknya memang tidak bisa menafikan ancaman resesi tersebut. Namun tegasnya, dengan APBD yang sudah dianggarkan dan direncanakan pemerintah untuk penurunan stunting telah dipersiapkan oleh pemerintah, di samping kehidupan ekonomi masyarakat djharapkan bisa tetap stabil.

"Kalau pun terjadi suatu hal seperti itu (resesi ekonomi) pasti nanti penanganannya akan kita lihat di daerah seperti apa. Tapi mudah-mudahan di Indonesia karena memang negara sebagian besarnya agraris terutama di Sumatera Utara, itu tidak menjadi hal yang menakutkan kita," ungkapnya usai Rakerda Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2023 di Medan, Rabu (8/2/2023).

Lebih lanjut, Ijeck menjelaskan, yang terpenting dalam upaya menurunkan stunting ini adalah bagaimana pangan masyarakat tercukupi, kebutuhan sembako tercukupi dan harga juga bisa teratasi. Sejauh ini, sambung dia, Sumut telah berhasil menurunkan angka stunting dari 25,8 persen di tahun 2021 menjadi 21,1 persen di akhir tahun 2022.

"Ini dari total dari semua Kabupaten/Kota di Sumut. Walaupun ada yang angkanya masih di atas 30 persen, dan terendag seperti di Labura yang sudah 7,3 persen," jelasnya.

Menurut Ijeck, masih adanya Kabupaten/Kota yang angkanya stuntingnya tinggi, karena belum semua masyarakat mendapatkan informasi bagaimana ciri-ciri anak stunting. Kemudian untuk calon pengantin diharapkan jangan sekedar hanya menikah saja, tetapi juga dinas terkait harus memberikan informasi dan setelah punya anak rutin dilakukan pemeriksaan.

Editor
:
Tags
beritaTerkait
Bobby Nasution Harap Polda Sumut Terus Tingkatkan Pelayanan ke Masyarakat
Polisi Ungkap Pabrik Liquid Vape di Apartemen Lexing Ton
Momentum Hari Bhayangkara ke-79 Kapolda Sumut Mohon Maaf Masih ada Anggota Menyakiti Masyarakat
Pemuda ICMI Orwil Sumut dan Jurnalis Medan Sembelih Hewan Kurban
KPwBI Sumut Gelar 6th Sumatranomics, Bangun Pemahaman dan Kesadaran Pengembangan Perekonomian Sumatera
Bulog Sumut Apresiasi Kinerja Poldasu, Ciptakan Situasi Kondusif Sepanjang 2024
komentar
beritaTerbaru