Selasa, 18 Agustus 2026

Kadisdik Sumut Akan Panggil Kasek Pungut Uang di Sekolah Negeri

- Minggu, 25 September 2022 13:30 WIB
Kadisdik Sumut Akan Panggil  Kasek Pungut Uang di Sekolah Negeri
Kadisdik Sumut Asren Nst

Orangtua peserta didik ini mengaku, jika pungutan tak dibayar anaknya tak akan mendapatkan kartu ujian dan dipastikan tak akan menjadi peserta ujian di sekolahnya.
Penelusuran media di SMAN 1 Kisaran dibenarkan beberapa sumber dari Peserta didik yang ditemui. "O, iya Pak, ini kita lagi bayar SPP untuk Bulan september, Tiap bulan di bayaran Rp 60.000," ucap nya.
Kepala SMAN 1 Kisaran, Ramlan SPd yang disambangi media pun mengakui kutipan itu. Namun dia berdalih nilainya bervariasi antara Rp.20.000,- sampai Rp.60.000. Alasannya klasik, Ramlan SPd mengaku, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tak mengcover pembayaran guru honor di sekolah itu.
Kejadian serupa juga terjadi di SMA Negeri 16 Medan di Jalan Kapten Rahmad Budin. Di sekolah ini para siswa diwajibkan membayar pungutan bermodus bantuan sekolah senilai Rp. 150.000,-.
Menurut sumber, kutipan uang sekolah ratusan ribu ini wajib dibayar menjelang ujian guna mengambil kartu. Jika tidak siap-siap peserta didik tak akan ikut ujian. Jika warga tak mampu, pihak sekolah hanya memberikan discount puluhan ribu aja perbulan.
"Saya terpaksa bayar Rp. 360.000,- dari kewajiban Rp. 450.000,- untuk uang sekolah selama 3 bulan. Saya didiscount Rp.30.000 perbulan," ucap Orangtua Peserta Didik di SMAN 16 Medan.
Orangtua siswa yang merupakan korban PHK ini mengaku telah mengajukan permohonan tak sanggup bayar bantuan pada Bulan Juli 2022 lalu. Namun dia hanya diberikan discount saja untuk pungutan uang sekolah anaknya.
Kepala SMAN 16 Medan Reni Agustina yang dihubungi wartawan, Sabtu (24/9/2022) meminta menghubungi Kepala Tata Usaha bernama Sarah. Namun Sarah tak ada ditempat meski masih jam menunjukkan pukul 13.20 WIB yang masih jam kerja.
Namun staff Tata Usaha SMAN 16 Medan yang sambil makan dan bersila diatas kursi pada saat jam kerja, segera menghubungi Sarah dan menyampaikan agar menghubungi Kasir uang sekolah bernama Nasiah.
Kepada wartawan, Nasiah mengaku, telah menerima pembayaran uang sekolah Peserta Didik dan telah dipotong SPP nya sembari menunjukkan tabel pembayaran 3 bulan pungutan peserta didik Bulan Juli, Agustus dan September tahun 2022.
Saat disinggung, hanya dikurangi Rp.30.000,- perbulan pungutan peserta didik, Nasiah menjawab via pesan Whats App dengan mengatakan, itu kesepakatan orangtua xxxxxxxx dengan sekolah melalui yang diwakili Bu Sarah Kepala KTU SMAN 16 Medan.
Nasiah mengaku hanya mencatat hasil kesepakatan tersebut. "Itu kesepakatan orang tua xxxxxxxx dgn sekolah, yg diwakili Bu Sara ka, TU SMA 16. Sy hanya mencatat hasil kesepakatan tersebut," tulis Nasih di laman Whats App, Sabtu (24/9/2022).
Fenomena miris yang terus berulang ini memantik kemarahan publik atas pola pengelolaan SMA Negeri di Sumut. Pemerhati dari LP3 Hafifuddin menilai, nilai dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) senilai Rp. 1.500.000 persiswa pertahunnya itu seolah raib ditelan bumi. Dia meminta Kadisdik Sumut, Inspektorat Provinsi Sumut dan Jaksa turun tangan memeriksa masalah ini.
Hafifuddin menilai, pungutan di SMA Negeri di Sumut bagi Orangtua Peserta Didik berekonomi lemah melanggar Permendikbid No. 44 Tahun 2021 dan Permendikbud 75 Tahun 2016. ()

Tags
beritaTerkait
Casis AKB Dinilai Bisa Tunjukkan Hidup Tanpa Gadget Tetap Berprestasi dan Berkualitas
Irwasum Polri Harap Siswa Kemala Taruna Bhayangkara Bagian 1 Persen Pencipta Ilmu Pengetahuan
11.200 Calon Peserta Didik Baru SMA Kemala Taruna Bhayangkara Jalani CAT
Polri Targetkan SMA Bertaraf Internasional Taruna Kemala Bhayangkara Beroperasi 2026
Fani Willis Bertahan Pada Kasus Trump, Akan Ada Lebih Banyak Gejolak di Depan
Ombudsman Berikan Pada Pemkot Tanjung Balai, Peraih Predikat Zona Hijau
komentar
beritaTerbaru