Rabu, 30 September 2026

Gubsu Edy Rahmayadi Sebut Sistem Ekonomi dan Keuangan Syariah Dipakai Eropa

- Rabu, 12 April 2023 01:30 WIB
Gubsu Edy Rahmayadi Sebut Sistem Ekonomi dan Keuangan Syariah Dipakai Eropa
Istimewa
jaringberita.com - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengatakan, sistem ekonomi syariah juga dipakai oleh negara-negara Eropa meski dengan istilah berbeda.

Hal ini dikatakannya, saat mengukuhkan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Sumut dalam upaya membangun kedaulatan finansial dan perekonomian masyarakat di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Senin (10/4/2023).

“Kata Syariah ini kan dalam Islam artinya sistem yang menuju kebaikan. Berpahala kalau menjalankannya. Ini sangat baik, dan Negara Eropa seperti Inggris, khususnya di London, sudah menggunakan sistem ini. Hanya mungkin namanya bukan syariah. Yang pasti menghindari riba,” ungkapnya.

Lebih lanjut Edy menyebutkan, bahwa perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Sumut menunjukkan indikator kinerja yang cukup menggembirakan. Hal itu tergambar dari aset perbankan syariah yang mengalami tren peningkatan per Januari 2023, di mana totalnya tercatat sebesar Rp23,2 triliun. Dengan dana pihak ketiga sebesar Rp19 Triliun, dan jumlah pembiayaan sebesar Rp16,2 triliun.

“Ini menjadi tanda bahwa ekosistem ekonomi syariah di Sumut sangat positif. Di sisi lain, market share aset syariah mencapai sebesar 5,98% dari total aset bank umum di Sumatera Utara,” sebutnya.

Penguatan itu juga diiukuti dengan indeks zakat nasional (IZN) di Sumut. Adanya peningkatan dari total 0,55 di tahun 2018, kemudian 0,63 (2019) dan 0,71 (2020) untuk dimensi makro. Ini masuk dalam kategori baik yang menandakan pengelolaan dana zakat, serta regulasinya sudah mendukung pengembangan ke arah yang lebih baik lagi.

“Potensi pengembangan ekonomi syariah di Sumatera Utara juga masih cukup luas, mengingat keunggulan komparatif yaitu mayoritas masyarakatnya beragama Islam (66,43%),” jelasnya.

Sementara itu, terkait tantangan pengembangan ekonomi syariah, kata dia, diawali oleh proses transformasi ekonomi dimana sektor tersier semakin mendominasi daripada sektor primer. Hal tersebut perlu dihadapi dengan kesiapan proses penguatan sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur guna memasuki era digitalisasi.

“Menghadapi tantangan itu, tentu harus melakukan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait. Karenanya pembentukan KDEKS Provinsi Sumatera Utara merupakan satu wujud kolaborasi yang nyata untuk menghadapi berbagai tantangan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” jelasnya.

Sementara Kepala Divisi Promosi dan Kerja Sama Strategis Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Inza Putra mengatakan, bahwa peran strategis pengembangan sistem ini dapat berjalan dan memberikan manfaat melalui sinergi, kolaborasi, antara komite tingkat pusat dan daerah.

“Bahwa komite daerah (KDEKS) yang ada saat ini, rata-rata sudah berjalan program kerjanya dengan baik. Dan kami berharap bahwa Sumut tidak hanya dibentuk saja, tetapi juga berjalan dengan baik. Kami membuka peluang kerja sama untuk memajukan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, khususnya Sumut,” pungkasnya.

Editor
:
Tags
beritaTerkait
Bus Operasi Lapangan Pemprov Sumut Tangani 12 Pasien Anak Bibir Sumbing
Terima Kunjungan Dubes Indonesia untuk Qatar,   Pj Gubernur Sumut Optimis Kerja Sama akan Semakin Kuat
Buka Aquabike Seri Balige,   Pj Gubernur Sumut Sangat Terkesan Lihat Antusias Penonton
Pj Gubernur Hassanudin Serahkan Hibah Daerah ke KPU dan Bawaslu Sumut
Dilantik Jadi PAW Anggota DPRD Sumut,   Pj Gubernur Hassanudin Ucapkan Selamat kepada Amsar Saragih
Apresiasi Bimtek Keluarga Berintegritas,   Pj Gubernur Sumut Sebut Keluarga Pengawas Internal
komentar
beritaTerbaru