Menkes Sebut Orang Kelahiran 1980 Ke Bawah Berpotensi Kecil Terkena Cacar Monyet


Menkes Sebut Orang Kelahiran 1980 Ke Bawah Berpotensi Kecil Terkena Cacar Monyet
Pixabay

jaringberita.com - Jakarta: Cacar monyet atau monkeypox saat ini menjadi penyakit yang gencar dibicarakan di seluruh dunia. Di Indonesia, topiknya semakin hangat, menyusul temuan perdana kasusnya di DKI Jakarta.


Namun Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebutkan, orang-orang yang lahir tahun 1980 kebawah lebih akan terproteksi dari cacar monyet karena kebanyakan telah memiliki antibodi untuk melawan virus penyakit tersebut. Karena menurutnya, orang-orang yang lahir di bawah tahun tersebut umumnya telah mendapat vaksinasi cacar air yang berlaku seumur hidup.

"Jadi buat teman-teman yang lahir 1980 ke bawah kayak saya ini, tua-tua itu terproteksi. Mungkin nggak 100 persen, tapi terproteksi," kata Budi, dikutip Viva, pada Selasa (23/8/2022).

Menurutnya, vaksinasi tersebut lah yang menyebabkan tingkat penyebaran virus cacar monyet di Asia masih jauh lebih rendah dibandingkan di Eropa. Sebab, lanjut Budi, proses vaksinasi di Eropa tidak dilakukan secara menyeluruh karena penyakit cacar air yang cepat hilang.

"Hal itu berbeda dengan di Asia, khususnya di Indonesia yang berjalan lama, sehingga proses vaksinasinya dilakukan secara menyeluruh," jelasnya.

"Orang Indonesia karena dulu, pandemi cacarnya masih kena, orang-orang kayak saya itu divaksinasi cacar sehingga masih ada antibodinya. Dengan demikian diharapkan orang-orang yang lahir dibawa 1980 seharusnya masih ada antibodinya," ucapnya.

Budi menambahkan, fatalitas atau tingkat kematian pada kasus cacar monyet juga terbilang sangat rendah jika dibandingkan dengan virus Covid-19

"Kalau teman-teman seperti saya itu kalau dilihat lengannya ada goresannya, kalau saya itu masih ada. Bedanya dengan vaksinasi Covid-19 yang berlakunya enam bulan. Ini (vaksin cacar) sekali divaksin berlakunya seumur hidup," lanjutnya.

Karena alasan vaksin cacar itu pula, Budi memprediksi, pasien cacar monyet di Indonesia tak akan mengalami gejala yang sangat parah yang bisa menyebabkan situasi fatal. Karakteristik cacar monyet yang ditemukan di Indonesia dan sejumlah negara Asia kemungkinan tak akan separah kasus di negara lainnya.

Oleh sebab itu, Budi mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu panik dengan adanya kasus cacar monyet yang sudah terdeteksi di Indonesia.

"Cacar monyet ada dua tipe yaitu Afrika Barat dan Afrika Tengah yang satu fatal dan yang satu tidak fatal. Dan biasanya banyak di Eropa dan yang di Indonesia bukan yang fatal," pungkasnya

Diketahui, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah menetapkan bahwa penyakit Monkeypox atau cacar monyet atau saat ini bernama Clades, menjadi Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) atau Penyakit Darurat Kesehatan Global sejak Minggu, 27 Juli 2022.

Penulis
: Viva
Editor
: Nata

Tag: