jaringberita.com -
Pilpres 2024 dipastikan akan berlangsung lebih seru ketimbang Pilpres 2019. Jika melihat gerakan politik yang saat ini terjadi, bisa dipastikan akan ada 4 pasangan capres. Mereka akan muncul dari, koalisi yang selama ini telah berjalan. Pertama, Koalisi Indonesia Bersatu (Golkar, PAN, PPP) yang akan (mungkin) mengusung Airlangga Hartarto sebagai capres. Kedua, Koalisi Biru Putih (Nasdem, PKS, Demokrat). Jika melihat gerakan Surya Paloh (Ketum Nasdem) dan hasil Rakernas Nasdem yang memunculkan nama Anies Baswedan, bisa dipastikan Koalisi Biru Putih ini akan memajukan Anies sebagai capres. Ketiga Koalisi Garuda Hijau (Gerindra dan PKB). Koalisi ini akan mengajukan Prabowo Subianto sebagai capres. Dan yang keempat adalah PDI Perjuangan dengan capresnya Puan Maharani.
Syarat Pencapresan
Jika merujuk pada pasal 222 Undang-Undang No 7/2017 maka ini akan sangat mungkin terjadi. Pasal 222 berbunyi, “Pasangan calon diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25% (dua puluh lima persen) dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya”.
Maka dengan hasil perolehan kursi di DPR RI yakni PDI-P (128) Golkar (85) Gerindra (78) NasDem (59) PKB (58) Demokrat (54) PKS (50) PAN (44) PPP (19), jelas terlihat peta kekuatan. Jumlah anggota DPR RI Periode 2019-2024 adalah 575 orang. Artinya, untuk ikut dalam Pilpres 2024, sebuah koalisi harus memiliki minimal 115 kursi atau 20%.
Koalisi Indonesia Bersatu (Golkar, PAN, PPP) akan memiliki kursi sebanyak 148 atau melebihi ambang batas 115. Koalisi Biru Putih (Nasdem PKS Demokrat) akan mengantongi 163 kursi. Koalisi Garuda Hijau (Gerindra PKB) akan mengantongi 136 kursi dan PDI Perjuangan dengan kursi 128 akan bisa sendirian maju di Pilpres 2024.
Pilpres 2024 akan 2 Putaran
Perihal pilpres dua putaran diatur dalam konstitusi atau Undang-Undang Dasar 1945. Pasal 6A Ayat (3) UUD menyebutkan bahwa untuk dinyatakan sebagai pemenang pilpres, pasangan calon presiden dan wakil presiden harus mendapatkan suara lebih dari 50 persen dari jumlah suara dalam pemilu, dengan memperoleh sedikitnya 20 persen suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia.
Jika skenario 4 koalisi ini terjadi, maka dipastikan Pilpres 2024 akan terjadi dua putaran, hal ini karena mustahil akan ada pasangan capres yang mampu memenuhi suara 50% di 20% provinsi di seluruh Indonesia.
Kondisi Pilpres di Sumut
Pilpres dipastikan akan berlangsung sengit di Sumut. Perebutan suara di 33 Kab/Kota di Sumut akan terpolarisasi. Capres Koalisi Indonesia Bersatu akan mengambil kelompok moderat. Golkar, PAN dan PPP akan berjuang. Kemungkinan besar Musa Rajekshah (Ijek), Wagub Sumut akan memegang kendali. Namun, dengan masa jabatan hingga pertengahan 2023, posisi Ijek sebagai Wagub Sumut akan melemah. Ijek hanya akan bisa menggerakkan Golkar Sumut. Sedangkan PAN dan PPP kemungkinan akan bergerak sendiri dengan basis massa kelompok muslim.
Koalisi Biru Putih (Nasdem, PKS dan Demokrat) menurut saya akan mengambil posisi dominan di kawasan perkotaan dan Tabagsel. Basis massa ketiga partai ini riil. Tokoh sentral yang kemungkinan akan muncul adalah Rahudman Harahap (mantan Walikota Medan). Rahudman saya yakini akan dipercaya Surya Paloh akan menjadi panglima tempur pilpres 2024 di Sumut.
Sementara Koalisi Garuda Hijau (Gerindra+PKB) kemungkinan akan banyak menghadapi keluhan kekecewaan pada Prabowo dan Gerindra. Ini akan sangat terasa khususnya di masyarakat muslim konservatif dan masyarakat Tabagsel. PKB yang jadi partner Gerindra tentu harus bekerja keras meyakinkan sosok Prabowo dan Cak Imin terutama di kalangan Nahdlatul Ulama (NU).
Koalisi PDI Perjuangan akan pasti mempunyai pemilih militan seperti di Pilpres 2019. Kelompok Nasionalis akan bergerak mendukung Puan Maharani. Ini ditambahi dengan pemilih Kristen di wilayah Tapanuli Utara akan solid memberikan suara. Namun, kemungkinan PDI Perjuangan tidak akan mampu menjadi pemenang mutlak di Sumut.
Saya memprediksi pada putaran pertama dari empat pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2025, tidak ada yang akan tampil dominan di Sumut. Pertarungan sesungguhnya ada di Pilpres putaran kedua. Siapa yang akan mendapat tiket itu. Kita tunggu saja lah.
Aulia Andri, Anggota Bawaslu Sumut 2013-2018