Senin, 24 Agustus 2026

PAN dan Golkar Ogah Recoki Konflik Internal Partai Ka’bah

- Kamis, 08 September 2022 11:30 WIB
PAN dan Golkar Ogah Recoki  Konflik Internal Partai Ka’bah
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAN, Eddy Soeparno

jaringberita.com -Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dipastikan baik-baik saja. Meski salah satu anggotanya, Partai Persatuan Pembangunan bergejolak. Anggota KIB yang lain, Partai Amanat Nasional (PAN) optimis, badai di internal koleganya itu pasti berlalu.

“Tentu sebagai partai sahabat, kami ini prihatin, melihat konflik situasi yang berkembang di partai sahabat kami PPP,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAN, Eddy Soeparno, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Pernyataan ini merupakan keprihatinan atas dicopotnya Suharso Monoarfa dari posisi Ketum PPP. Menteri Bapennas, digantikan Muhammad Mardiono sebagai Plt Ketua Umum PPP melalui Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP di Serang.
Suharso, digoyang karena geger kasus amplop kiai. Di mana, politisi asal Gorontalo itu menyelipkan contoh budaya amplop untuk kiai, di forum yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sontak, Suharso dikecam di mana-mana. Terutama dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU).
Ihwal kasus yang menimpa Suharso, PAN enggan berbicara lebih dalam. Namun, diharapkan permasalahan itu bisa rampung dan diselesaikan di internal PPP melalui ruang lingkup kekeluargaan. Vokalis PAN di Senayan ini meyakini, ke depan KIB dengan komposisi Golkar-PAN-PPP tetap solid.
Hal senada ungkapkan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Nurul Arifin. “Kalau soal PPP kami tidak ingin ikut campur dengan persoalan internalnya,” katanya kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.
Sementara itu Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam memprediksi, kisruh ini bisa mengancam PPP terlempar dari Parlemen pada Pemilu 2024.
Konflik ini dapat membuat kinerja mesin partai tidak optimal meraup suara konstituen. “Jika tak segera diatasi, PPP bisa terdegradasi,” kata kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
PPP dirugikan dengan prahara ini. Sebab, saat ini, tengah berlangsung proses verifikasi berkas calon peserta Pemilu 2024 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Jika konflik berujung dualisme internal PPP hingga proses peradilan hingga tingkat PTUN dan Mahkamah Agung (MA), maka proses verifikasi jelas terganggu.
Kemudian, keputusan politik era Suharso bisa diubah oleh Mardiono sebagai penggantinya. Ini tentu mengganggu konsolidasi bahkan mengancam kesolidan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama PAN dan Partai Golkar. Bisa jadi, PPP keluar dari KIB dan memilih koalisi yang lebih Islami.
Menanggapi analisa tersebut, Ketua Bidang Isu Strategis DPP PPP, Emma Umiyyatul Chusnah menegaskan, Partai Ka’bah tak goyah, dilansir dari RM.id

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru