jaringberita.com - Islamabad: Bencana banjir bandang yang melanda Provinsi Balochistan dan Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan dikabarkan telah menewaskan sekitar 1.000 orang dan memaksa puluhan ribu lainnya mengungsi, menurut laporan National Disaster Management Authority (NDMA) Pakistan.
Pemerintah Pakistan sejauh ini juga telah mengumumkan kondisi darurat di wilayah terdampak. Selain itu pemerintah Pakistan juga telah meminta bantuan internasional untuk menghadapi dampak banjir bandang ini.
"Besarnya bencana lebih besar dari perkiraan," kata Perdana Menteri Shehbaz Sharif, dalam sebuah tweet, setelah mengunjungi daerah banjir.
Amerika Serikat (AS), Inggris, UEA, dan lainnya memang telah berkontribusi pada seruan bencana. Tetapi kata pejabat Pakistan, lebih banyak dana diperlukan untuk bencana ini.
Sementara itu, melalui keterangan dari Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu RI) yang diterima media, KBRI Islamabad dan KJRI Karachi telah berkoordinasi dengan otoritas setempat dan berkomunikasi dengan simpul komunitas Indonesia.
Hingga saat ini tidak terdapat warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban bencana banjir tersebut. Tercatat terapat 1.267 WNI di Pakistan, yang mayoritas bertempat tinggal di Islamabad, Lahore, Karachi, Rawalpindi, Sialkot, Gujrat dan Peshawar.
KBRI Islamabad dan KJRI Karachi telah menyampaikan imbauan kepada para WNI di Pakistan untuk selalu tanggap dan waspada serta memantau informasi yang disampaikan National Disaster Management Authority (NDMA) dan Pakistan Meteorological Department (PMD).
WNI juga diimbau untuk menunda perjalanan ke lokasi rawan bencana dan segera menghubungi otoritas setempat dan Perwakilan RI terdekat jika terjadi situasi darurat.