Rabu, 19 Agustus 2026

Rojo Lele Kembali Populer, Ini Nama Baru-nya

- Selasa, 20 September 2022 12:30 WIB
Rojo Lele Kembali Populer, Ini Nama Baru-nya
Ganjar kembali mengenalakan beras rojo lele dengan nama lain srinuk

jaringberita.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali menyalurkan program Bantuan Sosial bagi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk pengendalian inflasi.

Kali ini, Ganjar menyalurkan bantuan di Gapoktan Tani Makmur di Desa Kepanjen, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten
Pada kesempatan itu, Ganjar mengenalkan beras jenis Srinuk sebagai produk pertanian unggulan di Jawa Tengah saat ini.
Srinuk merupakan produk beras asli Klaten yang dahulu dikenal dengan nama beras Rojo Lele.
"Dan satu lagi ini produknya menarik karena hasil rekayasa. Kalau dulu ada Raja Lele itu legend di Delanggu. Kalau orang Jawa makan nasi Raja Lele mesti orang kaya top markotop. Enak, wanginya luar biasa. Dan karena dulu pernah hilang, sekarang dikembalikan dengan riset yang baru dikasih nama Srinuk," kata Ganjar dalam keterangannya seperti dilansir RM.id.
Di Kabupaten Klaten, Pemerintah Kabupaten Klaten telah mengeluarkan kebijakan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) diwajibkan membeli 10 kg beras Srinuk tiap sebulan.
Menurut Ganjar, hal tersebut dilakukan untuk menguatkan ketahanan pangan di Jawa Tengah. Ganjar juga menyebutkan, produksi beras di Jawa Tengah hari ini cukup bagus dan mengalami surplus.
"Yuk kita bantu dengan ikhlas lillahi ta'ala. Kalau ini kita dampingi ketahanan pangan kita kuat sambil tentu saja kalau Jawa Tengah beras sudah bagus dan surplus," ucap Ganjar.
Tak hanya itu, Ganjar juga mengupayakan ketahanan pangan dengan terus mengembangkan makanan pendamping beras. Hal itu dikarenakan banyak komoditas lain yang memiliki potensi cukup bagus di Klaten, seperti umbi-umbian dan jagung.
"Kita kembangkan pendamping beras lebih banyak lagi karena banyak umbi-umbian di sini, banyak jagung dan komoditas lain yang menggantikan. Nah kita dampingi dari segi itu," ucap Ganjar.
Sebagai informasi, Ganjar juga menyalurkan program bantuan melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah dengan total bantuan Rp 950.880.000 untuk 2.264 gapoktan penerima. Untuk Kabupaten Klaten sendiri, ada 131 gapoktan yang menerima bantuan.

Tags
beritaTerkait
Stok Beras di Sumut Aman hingga Idul Fitri 2024, Warga Tak Perlu Khawatir
Tuan Guru Sahabat Ganjar Berikan Bantuan Kepada Jamaah Majelis Taklim At-Taqwa
Disperindag  ESDM Sumut Sidak Pasar Sukaramai
Pemkot Tanjung Balai Masih Akan Berkordinasi ke Sumut, Pasca Harga Beras Naik
Spanduk Ganjar Calon Presiden Terpajang di Depan Kantor Bupati Deliserdang
Harga Beras Naik 11,34 Persen pada April 2023
komentar
beritaTerbaru