Pemkab Gayo Lues Kejar Serapan TKD Rp24,9 Miliar, Ditargetkan Tuntas Desember 2026
Pemkab Gayo Lues mempercepat serapan TKD Rp24,9 miliar untuk pemulihan pascabencana dan menargetkan realisasi 100 persen pada Desember 2026.
Ekonomi 24 jam lalu
jaringberita.com - Jakarta: Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juli 2022 kemarin mengalami penurunan 1,61 persen menjadi 104,25 bila dibandingkan Juni 2022, karena indeks harga yang diterima petani turun 1,04 persen. Sementara indeks harga yang harus dibayar petani justru naik 0,58 persen.
"Indeks harga yang diterima petani turun 1,04 persen itu di antaranya karena menurunnya harga kelapa sawit, jagung, karet, dan kelapa," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono dilansir Antara, Senin (1/8).
Dia menjelaskan, untuk kenaikan indeks yang dibayar petani sebesar 0,58 persen itu, karena naiknya beberapa harga komoditas diantaranya bawang merah, cabai merah, cabai rawit, dan rokok kretek filter.
Baca Juga:
Berdasarkan sub sektor, lanjutnya, NTP pada subsektor tanaman perkebunan mengalami penurunan yang paling dalam, turun 6,63 persen pada Juli 2022. Hal itu terjadi karena indeks harga yang diterima petani turun sebesar 6,06 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani naik 0,61 persen.
Menurut Margo, komoditas dominan yang berpengaruh terhadap indeks harga yang diterima petani itu berasal dari komoditas kelapa sawit, karet, dan kelapa. Kemudian, untuk NTP subsektor hortikultura masih naik 4,91 persen pada Juli 2022, karena indeks harga yang diterima petani naik 5,48 persen, lebih besar dari indeks harga yang harus dibayar petani 0,55 persen.
Baca Juga:
"Komoditas dominan yang mempengaruhi indeks yang diterima petani tersebut berasal dari komoditas bawang merah, cabai merah, dan wortel," jelasnya.
Dengan pola yang sama, lanjut Margo, Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) pada Juli 2022 tercatat 105,47, turun 1,34 persen jika dibandingkan Juni 2022. Penurunan NTUP terjadi karena indeks harga yang diterima petani turun 1,04 persen.
Sementara, indeks biaya produksi dan penambahan barang modal naik 0,30 persen. Penurunan tertinggi ada pada tanaman perkebunan rakyat, dimana NTUP nya turun 6,39 persen.
"Dan ini disebabkan karena indeks yang diterima petani mengalami penurunan 6,06 persen. Sedangkan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal naik 0,36 persen," kata Margo.
Adapun komoditas yang dominan mempengaruhi biaya produksi dan penambahan barang modal perkebunan rakyat, diantaranya adalah NPK, urea, dan ongkos angkut.
"Hal itu sejalan dengan harga urea di tingkat global yang naik, sehingga biaya input untuk produksi juga mengalami peningkatan," ujar Margo.
Sedangkan yang mengalami peningkatan yakni NTUP Hortikultura naik 4,98 persen, karena indeks yang diterima petani naik 5,48 persen, lebih besar dari indeks yang harus dibayar petani yakni naik 0,48 persen, terutama untuk penambahan barang modal.
"Yang dominan mempengaruhi kenaikan tersebut yakni bawang merah, cabai merah, wortel, dan beberapa komoditas yang menghambat produksi dan barang modal yakni bibit jahe," pungkasnya.
Pemkab Gayo Lues mempercepat serapan TKD Rp24,9 miliar untuk pemulihan pascabencana dan menargetkan realisasi 100 persen pada Desember 2026.
Ekonomi 24 jam lalu
Lowongan Finance & Accounting Supervisor di PT Cemerlang Mandiri Abadi untuk lulusan S1 dengan pengalaman 13 tahun dan berbagai benefit.
Lifestyle 21 Agu 2026
Kemnaker memperkuat peran Balai K3 dengan pendekatan berbasis risiko untuk mencegah kecelakaan kerja dan memperkuat budaya K3.
Berita Sumut 21 Agu 2026
Kolaborasi Pemerintah Kota Padang, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Kementerian Pekerjaan Umum diperkuat untuk mempercepat penanganan
Nasional 21 Agu 2026
Relokasi 65 sekolah terdampak bencana di Sumatera dipercepat dengan proses administrasi lahan dan pembangunan yang berjalan paralel.
Berita Sumut 18 Agu 2026
Satgas PRR Perkuat Kolaborasi Penanganan Sungai Krueng Tamiang untuk Cegah Banjir Berulang
Nasional 14 Agu 2026
BRImo telah digunakan 49,7 juta pengguna hingga Juni 2026 dengan 3,32 miliar transaksi. BRI terus memperkuat inklusi keuangan digital.
Ekonomi 14 Agu 2026
Jakarta dan Bali disiapkan menjadi pusat finansial internasional Indonesia melalui PFII yang mencakup perbankan, fintech, pasar modal, dan i
Ekonomi 14 Agu 2026
Email bisnis kini bukan lagi sekadar sarana untuk mengirim dan menerima pesan. Berbagai fitur produktivitas yang tersedia dapat membantu tim
Lifestyle 13 Agu 2026
Investasi emas fisik masih menjadi salah satu pilihan masyarakat Indonesia untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang. Namun, membeli ema
Ekonomi 13 Agu 2026