Warga Tapsel Tewas Dimangsa Harimau Sumatera


Warga Tapsel Tewas Dimangsa Harimau Sumatera
Istimewa
Tulang belulang korban

jaringberita.com - Medan: Seorang pria bernama Saipul (60) warga Dusun Sitalak, Desa Lobu Tayas, Kecamatan Aek Bila, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) ditemukan tewas akibat diterkam Harimau Sumatera, Kamis (11/8/2022) sekira pukul 14.00 WIB.

Sebelum meninggal, Saipul diketahui sedang berjalan kaki untuk menemui saudaranya bernama Saruddin Ritonga di Desa tetangga.

Informasi didapat, sebelum meninggalkan Dusun Sitalak, Saipul bersama temannya Jumbul Pasaribu, bersama- sama pergi untuk urusan keluarga masing- masing.

Namun Saipul berjalan menuju Dusun Adian dengan jarak tempuh sekitar 2,8 Km kearah Barat. Sedangkan Jumbul Pasaribu berjalan kaki menuju Desa terdekat Sihalo- halo, Kecamatan Dolok Sigompulon, Kabupaten Paluta dengan jarak tempuh sekitar 5 Km kearah Timur.

Akan tetapi, Saipul ternyata tak kunjung tiba dirumah saudaranya di Dusun Silangkitang. Hingga akhirnya, pada Rabu 17 Agustus 2022 pagi, Saruddin Ritonga berniat menyusulnya ke Dusun Sitalak dengan berjalan kaki.

Tetapi, baru sekitar 500 meter sebelum sampai di Dusun Sitalak, Saruddin menemukan tas, sepatu, parang dan beberapa potongan tulang- belulang di jalan menuju dusun. Selain itu Saruddin juga menemukan potongan kaki yang masih terlihat jelas, telapak kaki yang dikenali adalah potongan tubuh milik saudaranya.

Saruddin pun berusaha mengumpulkan anggota tubuh korban yang berserakan, namun dia mendengar suara-suara aneh dari balik rimbunan belukar yang ia duga adalah Harimau Sumatera. Sehingga dua pun lalu bergegas pulang dan memberitahu warga Dusun Adian dan menghubungi keluarga lainnya yang berdomisili diluar Desa Lobu Tayas.

Malam harinya, beberapa puluh orang warga dari Dusun lainnya bersama Kepala Desa Lobu Tayas mendatangi lokasi, namun warga tidak berani mengumpulkan potongan tubuh korban yang hanya tulang- belulang, karena Harimau Sumatera tidak mau menjauh dari lokasi.

Pencarian potongan tubuh korban pun ditunda hingga pagi hari. Lalu setelah berhasil dikumpulkan, tulang-belulang korban selanjutnya dimakamkan di Dusun Sitalak.

Direktur Yayasan Alam Liar Sumatera (YALS) Haray Sam Munthe mengatakan, saat melakukan pencarian korban, warga menemukan banyak jerat disekitar lokasi.

Pada pertengahan Juni, YALS bersama relawan telah mengangkat 40 jerat dari seling baja tidak jauh dari dusun Sitalak, Desa Lobu Tayas dan telah melakukan sosialisasi tentang dampak pemasangan jerat terhadap Harimau Sumatera dan warga setempat.

"Kawasan Hutan Lindung di sekitar desa Lobu Tayas yang masuk kedalam wilayah KPH V Aek Kanopan ini, sudah sejak sepuluh tahun lalu menjadi wilayah monitoring kegiatan pelestarian alam dan perlindungan satwa khususnya harimau sumatera dari Yayasan Alam Liar Sumatera. Data Yayasan Alam Sumatera terdapat dua Harimau Sumatera yang memiliki territory di sekitar desa Lobu Tayas," ungkapnya dalam press rilis, Jumat (19/8/2022).

Dia menjelaskan, sejak dihuninya Dusun Sitalak, Lobu Tayas ratusan tahun lalu, tidak pernah terjadi konflik didesa ini, bahkan Harimau Sumatera bukanlah ancaman bagi penduduk desa.

Tidak jarang wrga berjumpa langsung dengan harimau sumatera saat beraktifitas. Sesuai arahan Kepala Desa Lobu Tayas agar warga tidak beraktivitas dan mengosongkan dusun Sitalak, Lobu Tayas untuk jangka yang tidak ditentukan.

"Saat ini Yayasan Alam Liar Sumater telah melakukan sosialisai dengan warga dan telah berkoordinasi dengan beberapa kepala desa terdekat juga dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam provinsi Sumut untuk mengambil langkah-langkah penanganan konflik didesa Lobu Tayas dan desa lainnya yang berdekatan," pungkasnya.

Penulis
: Nata
Editor
: Administrator

Tag: