Selasa, 18 Agustus 2026

Agus Bangga Investasi Manufaktur Tembus Rp 365 T

- Kamis, 27 Oktober 2022 10:30 WIB
Agus Bangga Investasi Manufaktur Tembus Rp 365 T
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Sub sektor yang menyokong paling besar adalah industri logam dasar, barang logam, serta bukan mesin dan peralatannya dengan investasi menyentuh 8,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Atau berkontribusi 25,3 persen dari seluruh realisasi PMA yang berada di angka Rp 479,3 triliun.
Agus mengungkapkan, di tengah situasi dunia saat ini yang dilanda krisis pangan, energi, hingga finansial, semua negara berlomba-lomba berebut investasi. Karena investasi dapat mendorong peningkatan nilai tambah, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan devisa.Dia menegaskan, tak hanya investasi, Pemerintah terus mendorong hilirisasi industri yang berkontribusi signifikan terhadap pemasukan negara melalui pajak ekspor, royalti, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan dividen.
Karena, Presiden Jokowi sering kali meminta hilirisasi industri menjadi prioritas nomor satu.
“Sebagai gambaran, saat masih diekspor dalam bentuk bahan mentah, kontribusi ko­moditas nikel nilainya sekitar Rp 15 triliun dalam setahun. Setelah masuk ke industrialisasi, nilainya melompat tajam menjadi 20,9 miliar dolar AS atau setara Rp 360 triliun,” ungkapnya.
Agus meyakini, peningkatan investasi di sektor manufaktur memiliki kolerasi dengan kebi­jakan Pemerintah dalam memacu hilirisasi industri, khususnya sektor pertambangan.
“Artinya, Pemerintah sangat konsisten bahwa realisasi investasi tidak hanya didorong oleh sektor jasa. Tapi sudah membangun industri hilirnya sehingga memperdalam struktur manufaktur kita agar bisa lebih berdaya saing,” tegasnya.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menjelaskan, investasi industri manufaktur berperan penting da­lam menopang laju pertumbuhan ekonomi nasional. Karena, mam­pu membawa transformasi kebu­tuhan tenaga kerja secara masif.
“Investasi yang mampu mencip­takan lapangan pekerjaan paling banyak selain pertanian, adalah industri manufaktur,” katanya.
Untuk itu, seperti dilansir RM.id, Faisal meminta Pemerintah terus mendongkrak sektor investasi industri manu­faktur.

Tags
beritaTerkait
Jakarta dan Bali Disiapkan Jadi Pusat Finansial Internasional Indonesia, PFII Cakup Perbankan hingga Fintech
Hassanudin Minta Terus Ditingkatkan dengan Berbagai Kemudahan Investasi
Hasil Riset: Aset Kripto Jadi Investasi Paling Umum Bagi Gen Z
Gubernur Edy Rahmayadi Ajak Investor Berinvestasi di Sumut
Disubsidi 3 Persen, Provsu  Dorong UMKM Manfaatkan KUR
Nilai Investasi Ekonomi Digital Indonesia Mencapai 4,7 Miliar Dolar Amerika
komentar
beritaTerbaru