Kamis, 20 Agustus 2026

Proyek Kereta Cepat Harus Terus Berjalan

Masih Lebih Efisien Ketimbang Ditunda
- Senin, 24 Oktober 2022 10:00 WIB
Proyek Kereta Cepat Harus Terus Berjalan

Menteri BUMN Erick Thohir meyakinkan, meski ada cost overrun, namun nilai proyek kereta cepat terhitung masih lebih murah dibangun saat ini.
“Kalau dihitung total tetap masih lebih murah jika dibangun hari ini. Karena harga baja naiknya luar biasa. Yang lain (harga material pembangunan) juga naik,” ujar Erick di Jakarta, Rabu (19/10).
Erick tidak merinci nominal atau pinjaman yang diperlukan untuk menutupi nilai pembengkakan biaya proyek KCJB.
Mantan bos Inter Milan ini bilang, Pemerintah Indonesia dan China akan bersama-sama memenuhi cost structure tersebut.
“Pembangunan kereta cepat sudah berjalan, (harus) dimaksimalkan. Toh, bagaimana kita bisa menghemat BBM (Bahan Bakar Minyak), Jakarta Bandung itu berjam-jam, sekarang hanya 36 menit,” katanya.
Sebagai informasi, 25 persen dari total cost overrun yang terjadi pada proyek KCJB berasal dari konsorsium Indonesia. Yakni PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan konsorsium China Railway International Co. Ltd.
Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN Kartiko Wirjoatmodjo menyampaikan, kebutuhan suntikan modal negara untuk menambal biaya proyek KCJB nilainya mencapai Rp 3,2 triliun, melalui skema PMN 2022.
PMN itu, kata dia, nantinya dikucurkan dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) 2022, untuk PT KAI selaku lead consortium BUMN pada proyek KCJB.
“Kebutuhan PMN dari Pemerintah mungkin sekitar Rp 3,2 triliun,” kata pria yang akrab disapa Tiko, di Jakarta, Rabu (28/9).

Tags
beritaTerkait
Polda Sumut Kawal Proyek Bendungan Lau Simeme
Kapolres Labusel Mediasi Pertikaian Anak di Sungai Kanan
Ancam IRT Pakai Parang, Tangkap Polisi Langsung "Ciut"
Sempat Viral  Ini Tampang Penganiaya Tetangga Gunakan Parang
Rangkaian Munas X, IKWI Sumut Ikuti Seminar Nasional
Surya Wahyudanil,SH.MH Kembali Pimpin KAI Sumut
komentar
beritaTerbaru