Kamis, 20 Agustus 2026

Kecewa Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Ketum PSSI Sudah Berjuang Keras

- Kamis, 30 Maret 2023 09:00 WIB
Kecewa Batal Jadi Tuan Rumah   Piala Dunia U-20, Ketum PSSI  Sudah Berjuang Keras
Ketum PSSI Erick Thohir

Namun, posisi Indonesia yang menjadi salah satu anggota FIFA, harus tunduk pada kewenangan dan keputusan yang diberikan FIFA.
Ia menambahkan, keputusan lembaga tertinggi sepak bola dunia dengan 211 anggota dari berbagai belahan dunia itu, tidak bisa ditolak lagi.
Erick meminta semua pecinta sepakbola Indonesia tegar terkait keputusan FIFA itu.
Mendengar keputusan ini, Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali sedih, dan kecewa.
Pasalnya, persiapan Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 telah dilakukan sejak 2020. Usai diputuskan jadi tuan rumah pada Oktober 2019, Jokowi meminta para menteri menyiapkan segala sesuatunya. Bahkan, Jokowi sudah mengeluarkan Keppres dan Inpres.
Padahal, kata dia, punggawa Timnas Indonesia U-20 berharap banyak kepada Erick agar Indonesia tidak dicoret dari tuan rumah. Menurut mereka, ini kesempatan baik untuk sepakbola yang belum tentu datang lagi.
Komite Exco PSSI, Arya Sinulingga mengatakan, pembatalan ini menjadi pukulan telak bagi Indonesia. Indonesia dianggap tidak mampu memberikan kesetaraan terhadap peserta Piala Dunia U-20.
Menurut dia, Erick telah menyampaikan opsi, seperti diselenggarakan di dua negara sampai Timnas Israel berlaga tanpa menggunakan bendera atau menyanyikan lagu kebangsaan. Namun, semua ditolak FIFA. Arya justru mengkhawatirkan potensi sanksi yang akan diberikan ke Indonesia.

Editor
:
Tags
beritaTerkait
Polda Jateng Amankan Lokasi Latihan Empat Tim Semi Finalis Piala Dunia FIFA U-17
Kapolda Jateng Berikan Pengamanan Humanis Piala Dunia U-17
Polri Jamin Piala Dunia U17 Berjalan Aman
Ini Modus Pengaturan Pertandingan di Liga 2 Kata Satgas Anti Mafia Bola
Perangkat Wasit Liga 2 Terlibat Pengaturan Pertandingan Terima Rp1 Miliar
Satgas Anti Mafia Bola Tetapkan Enam Tersangka Pengaturan Pertandingan Liga 2
komentar
beritaTerbaru