Selasa, 18 Agustus 2026

95 Persen Pasien Ginjal Akut Membaik Usai Diberikan Fomepizole

- Kamis, 03 November 2022 21:30 WIB
95 Persen Pasien Ginjal Akut Membaik Usai Diberikan Fomepizole
Pixabay
Ilustrasi

jaringberita.com - Juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril mengatakan, 95 persen pasien anak dengan gangguan ginjal akut di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) semakin membaik setelah diberikan obat penawar Fomepizole.


"Artinya, efikasi dari penawar ini baik dalam memberikan kesembuhan," katanya dilansir dari ANTARA, Kamis (3/11/2022).

Lebig lanjut, Syahril mengatakan, Indonesia cukup beruntung memperoleh 246 vial Fomepizole yang didatangkan pemerintah dari Singapura, Australia, dan Jepang. Sebagian besar atau 87 persennya adalah donasi gratis.

Sejauh ini, Kemenkes juga sudah mendistribusikan obat tersebut kepada 17 rumah sakit di 11 provinsi. "Pertimbangan pemberian Fomepizole karena adanya perbaikan kondisi pasien setelah diberikan terapi pengobatan Fomepizole, ini membuktikan pengobatannya efektif menyembuhkan dan mengurangi perburukan gejala," jelasnya.

Kendati begitu, Syahril memastikan tidak ada komersialisasi obat-obatan gangguan ginjal akut. Seluruhnya diberikan gratis untuk menyelamatkan pasien.

"Pemberian obat tersebut tidak dilandasi asumsi, melainkan melalui rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mengindikasikan penyebab gagal ginjal karena cemaran Etilen Glikol dan Dietilon Glikol (DEG)," katanya.

"Terakhir bisa dilihat angka kasus sejak 18 Oktober 2022 sudah turun, sejak dikeluarkannya Surat Edaran Dirjen Pelayanan Kesehatan yang meminta tenaga kesehatan dan apotek untuk tidak memberikan obat dalam bentuk sirop kepada masyarakat," sambungnya.

Berdasarkan laporan Kemenkes, per 2 November 2022, di Indonesia ada 325 anak menderita gangguan ginjal akut, sebanyak 178 di antaranya meninggal dunia.

Sementara, untuk usia anak pada kasus gangguan ginjal akut yang ditemukan rata-rata 1 sampai 5 tahun sebanyak 169 orang, usia kurang dari 1 tahun 75 orang, 11 sampai 18 tahun sebanyak 39 orang, dan usia 6 sampai 10 tahun 42 orang.

"Terjadi penambahan kasus sebanyak 21 pasien. Kenaikan jumlah kasus karena terlambatnya pelaporan. Sebagian besar adalah kasus bulan Agustus dan September 2022," terangnya.

Baca Juga:
Editor
:
Tags
beritaTerkait
Ancaman KKB di Papua, Belasan Nakes Nusantara Sehat Dievakuasi
Kemenkes Kembangkan Pengobatan Kanker Menggunakan Terapi Sinar Proton
1.600 Tenaga Kesehatan Dikerahkan Kawal Jemaah Haji di Kloter
Pemerintah Gencarkan Program Promotif dan Preventif Cegah Kanker
Kemenkes Buka 2 KKHI untuk Pelayanan Kesehatan Jemaah Haji
Turunkan Angka Kematian Jemaah Haji, Kemenkes Siapkan Emergency Medical Team
komentar
beritaTerbaru