Jumat, 21 Agustus 2026

Korban Tewas Gempa Bumi Turki Dilaporkan Tembus Hingga 500 Jiwa

- Senin, 06 Februari 2023 20:30 WIB
Korban Tewas Gempa Bumi Turki Dilaporkan Tembus Hingga 500 Jiwa
Twitter
Gempa Bumi Turki

jaringberita.com - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi di Turki dilaporkan terus bertambah. Terbaru, korban tewas dikabarkan telah mencapai 500 orang.


Melansir Republika, dari total 500 korban tersebut, lebih dari 200 di antaranya berada di Suriah. Sebab, gempa berkekuatan Magnitudo 7,9 itu juga turut mengguncang negara tersebut.

Baca Juga:

DilaporkanCNN, menurut Wakil Presiden Turki Fuat Oktay, sejauh ini gempa yang terjadi pada Senin (6/2/2023) pukul 04.00 waktu setempat itu telah menyebabkan 284 orang tewas. Sementara jumlah korban luka melampaui 2.300 orang.

Sementara itu, laporan media Pemerintah Suriah,Syrian Arab News Agency (SANA) mengungkapkan, jumlah korban tewas di negaranya akibat gempa yang berpusat di Nurdagi, Provinsi Gaziantep, Turki, telah mencapai 237 jiwa. Sementara korban luka lebih dari 630 orang.

Baca Juga:

Wilayah Suriah yang terdampak gempa antara lain Damaskus, Hama, Idlib, dan Aleppo. Sejumlah bangunan runtuh di wilayah-wilayah tersebut.

Jumlah korban tewas dan luka diperkirakan masih akan terus bertambah. Sebab saat ini operasi pencarian korban yang tertimbun reruntuhan masih berlangsung.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, tim evakuasi dan penyelamat telah dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak gempa di negaranya.

“Kita berharap dapat melewati bencana ini bersama-sama secepat mungkin dan dengan kerusakan yang paling sedikit,” tulisnya di Twitter.

Editor
:
Tags
beritaTerkait
40 Wisudawan Tahfiz Sulaimaniyah Sumatera Lanjutkan Pendidikan ke Turki
Pacitan Jawa Timur Diguncang Gempa Berkekuatan M6,0
Wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar Diguncang Gempa Bumi Tektonik M4,1
Erdogan Dilantik Kembali Sebagai Presiden Turki Ketiga Kalinya
Menang Pemilu,  Erdogan Jadi Presiden Turki Tiga Periode
Kepala BNPB Tinjau Progres Pembangungan Rumah Tahan Gempa di Cianjur
komentar
beritaTerbaru