Selasa, 18 Agustus 2026

Xiaomi Tolak Menjual Produk Ponselnya di Amerika

- Rabu, 15 Maret 2023 02:00 WIB
Xiaomi Tolak Menjual Produk Ponselnya di Amerika
istockphoto
ilustrasi

jaringberita.com - Perusahaan telekomunikasi, Xiaomi mengaku menolak menjual produk ponselnya di negara Amerika Serikat (AS) meski kini telah dikenal sebagai produsen ponsel terbesar ketiga dunia.


Sejauh ini, Xiaomi tercatat menjual ponselnya di lebih dari 50 negara, termasuk dua pasar utama mereka yakni China dan India.

Baca Juga:


Dilaporkan CNBC, Selasa (14/3/2023), produk Xiaomi yang ditemukan di negeri Paman Sam tersebut, yakni hanyalah lampu LED, perangkat streaming, proyektor, hingga power bank.

Baca Juga:


Android Central mencatat keputusan Xiaomi tak memboyong ponsel-ponselnya ke AS karena model bisnis perusahaan, di mana perusahaan ternyata hanya mengambil untung 5% dari harga jual produksinya. Dengan begitu Xiaomi dapat memastikan produknya memberikan nilai terbesar untuk para pembelinya.


Sayang, cara serupa tak bisa diterapkan di AS. Sebab di sana, bisnisnya bergantung pada kerja sama dengan dengan operator telekomunikasi.


Jadi konsumen AS akan membeli HP dengan membayar kontrak jangka panjang dengan operator telekomunikasi. Cara yang berbeda dari negara lain yang membeli hanya produk ponselnya.


Xiaomi beralasan kemitraan dengan operator telekomunikasi membutuhkan investasi besar dan biaya penjualan akan melonjak tinggi dan akan menyulitkan bisnis perusahaan yang selama ini hanya mengambil 5% keuntungan dari ponsel yang berhasil dijual.


Sementara itu, hubungan panas antara AS dan China juga kemungkinan jadi alasan Xiaomi enggan melebarkan bisnisnya ke AS. Perusahaan dianggap enggan mengambil risiko karena kondisi ini, termasuk juga sebelumnya merek China lain Huawei yang harus kesulitan setelah diberi sanksi oleh pemerintah setempat.


"Setelah apa yang terjadi dengan Huawei, saya rasa merek China tak mau mengambil risiko investasi besar-besaran di pasar yang bisa dengan gampang 'memblokir' mereka," kata Direktur Riset IDC, Nabila Popal.


Editor
:
Tags
beritaTerkait
'Pasar Murah Terapung' Untuk Bantu Masyarakat Oleh Polres Tanjung Balai
Sembilan Kios di Pusat Pasar Terbakar
Disperindag  ESDM Sumut Sidak Pasar Sukaramai
'Ketakutan' Berada di Urutan Teratas Perasaan Warga Amerika Masalah Pemilu 2024
Komisi III Rekomendasikan tak Ada Revitalisasi di Pasar Pusat Pasar
Partai Republik Melihat 'asap' Tetapi Tidak Ada 'api' di Biden
komentar
beritaTerbaru