Selasa, 18 Agustus 2026

Alpukat Rifai Pernah Dilelang Rp1,1 Juta Per Buah

Dorong Tembus Ekspor
- Minggu, 23 Oktober 2022 10:00 WIB
Alpukat Rifai Pernah Dilelang Rp1,1 Juta Per Buah

jaringberita.com - Ganjar Pranowo mempopulerkan buah alpukat Rifai yang dikembangkan Kelompok Tani Bina Karya Bedono, Kecamatan Boja, Kendal. Dia pun mendorong produk alpukat Rifai untuk bisa ekspor ke luar negeri.

Ganjar berkunjung langsung di lokasi pengembangan varietas ini, dan mencicipi kenikmatan alpukat Rifai. Alpukat ini memiliki postur yang lebih besar dan tebal ketimbang jenis biasanya.
“Sebenarnya kita mulai ngecek, kalau kita mau bicara ketahanan pangan, produk lokal kita nggak kalah. Hari ini kita melihat alpukat. Ada Pak Rifai peneliti dan pengembangnya, hasilnya sangat bagus,” ujar Ganjar.
Ia mengapresiasi, lantaran hasil produk itu sangat bagus. Bahkan, alpukat tersebut pernah dilelang dengan harga Rp1,1 juta per buah.
“Tahu nggak kalau harga lelang-lelangnya sangat tinggi. Pernah dulu Rp 1,1 juta satu biji, karena seperti kontes,” lanjutnya.
Karena itu Ganjar memastikan, produk ekonomi lokal dan ekonomi pertanian di Jawa Tengah tersedia. Hanya, masih perlu dipromosikan dan dibantu untuk mengurus legalitasnya.
“Sekarang kita coba promokan, dan ini punya nilai gizi yang cukup tinggi. Dari tempat kita saja bisa kok kalau kita kembangkan, ekspor kita akan jauh lebih bagus,” paparnya.
Menurut Ganjar, di Jawa Tengah banyak sekali produk-produk pertanian yang dapat diunggulkan. Untuk itu, pihaknya berkomitmen untuk menggenjot produktivitas dan kualitasnya.
“Kita mesti ajak bersaing dan percaya diri. Untuk produk lokal mesti kita genjot mulai hari ini. Dan di Jateng banyak sekali yang seperti ini. Kemarin di Kabupaten Semarang ada alpukat Wina. Ini ada Rifai, Kendhil, dan Pawiro Winoto,” tuturnya.
Ganhar menyebut, ke depan, tinggal memastikan produktivitas dan kualitasnya. Sehingga produk tersebut benar-benar bisa ekspor.
“Nanti kalau kemudian bisa kita hitung, Dinas Pertanian, dan kawan penyuluh bisa mendampingi,” ungkap Ganjar.
Dilansir dari RM.id, Abdul Rifai, peneliti dan pengembang Alpukat Rifai menuturkan, untuk saat ini pihaknya masih mengurus beberapa persyaratan agar produknya bisa go international.
“Kami masih mempersiapkan itu semua. Dan ini kami merasa didukung oleh Pak Ganjar, yang hadir langsung di sini,” tandasnya.

Tags
beritaTerkait
Jelang Hari Bhayangkara, DPR Apresiasi Penambahan SPPG Polri: Gerak Cepat Penuhi Kebutuhan Masyarakat
Tinjau SPPG Polda Sulsel, Kapolri Optimistis Program MBG Berjalan Lancar
Langkah Nyata Polri Wujudkan Asta Cita: 18 SPPG Siap Distribusikan MBG
Peternak Mandiri Diminta Bentuk Asosiasi dan Pemerintah Bantu Promosi Atasi Oversupply Ayam
Kemenkes Dorong Penggunaan Pangan Lokal Bergizi untuk Perbaiki Gizi Ibu Hamil dan Balita
Boleh Tidak Anak Mengkonsumsi Mie Instan? Begini Penjelasan dari Ahli
komentar
beritaTerbaru