Kamis, 13 Agustus 2026

Tertekan Gangguan Daya Beli dan Inflasi, Penjualan Pakaian dan Alas Kaki Anjlok

- Senin, 24 April 2023 23:59 WIB
Tertekan Gangguan Daya Beli dan Inflasi, Penjualan Pakaian dan Alas Kaki Anjlok
istockphoto
Ilustrasi
jaringberita.com - Memasuki tahun 2023, sejumlah pedagang pakaian dan alas kaki pada mulanya sangat yakin bahwa barang dagangan mereka akan laris manis di tahun ini, khususnya saat Ramadan dan Idul Fitri.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara (Sumut) Gunawan Benjamin mengatakan, sikap optimis itu muncul karena pemerintah sudah tidak memberlakukan PPKM lagi di tahun 2023.

"Namun dari hasil observasi yang saya lakukan menunjukan hasil di luar harapan pedagang," ungkapnya, Senin (24/4/2023).

Gunawan menjelaskan, apa yang menjadi harapan sejumlah pedagang tersebut sangat jauh berbeda dengan realitas yang mereka dapatkan. Penjualan sejumlah kebutuhan sandang yang biasanya mengalami kenaikan sebulan sebelum Ramadan, justru di tahun ini baru terlihat adanya kenaikan penjualan dua minggu sebelum Lebaran.

"Jika ditotalkan awal Ramadan hingga malam Idul Fitri, terjadi penurunan secara rill sekitar 30% untuk kebutuhan sandang," jelasnya.

Namun jika menghitung secara nominal dengan memasukan faktor perubahan harga atau inflasi, terjadi penurunan penjualan berkisar 25% di tahun ini. Di mana dari penjualan pakaian dan alas kaki, masyarakat masih memprioritaskan pengeluaran untuk sepatu maupun sandal dibandingkan dengan pakaian.

Namun, jika melihat perubahan penjualan sejak awal tahun (Januari hingga sebelum Ramadan), dibandingkan dengan periode yang sama dengan tahun sebelumnya, maka penjualan secara ril mengalami penurunan dikisaran 30%.

"Hal ini, sejalan dengan perhitungan saya terkait dengan indeks kepercayaan konsumen di awal tahun yang sebesar 87,3 untuk wilayah Sumut. Besaran indeks tersebut di bawah 100, yang mengindikasikan adanya kontraksi pada belanja masyarakat di awal tahun ini," terangnya.

Gunawan menuturkan, tentunya minat belanja masyarakat setelah lebaran tahun ini terbuka lebar untuk mengalami penurunan. Belanja masyarakat di bulan Mei akan lebih diprioritaskan untuk kebutuhan sekolah.

"Jadi minat belanja yang masih terlihat di bulan Mei, lebih merupakan kewajiban masing-masing rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan tahun ajaran baru. Semestinya tidak dikaitkan dengan pola konsumsi yang menunjukan adanya geliat daya beli yang mumpuni," ujarnya.

Editor
:
Tags
beritaTerkait
Pantauan Udara, Komjen Dedi Ungkap Sejumlah Titik Rawan Arus Mudik 2025
Pantauan Udara, Irwasum Polri Ungkap Sejumlah Titik Rawan Arus Mudik 2025
Irwasum Polri Motivasi Anggota Operasi Ketupat 2025: Berikan Pelayanan Maksimal Untuk Pemudik
Kapolri: 164.298 Personel Akan Amankan 126.736 Objek Selama Masa Mudik Lebaran
Kapolri Imbau Pemudik Laporkan Rumah yang Ditinggalkan ke Polisi
Peternak Mandiri Diminta Bentuk Asosiasi dan Pemerintah Bantu Promosi Atasi Oversupply Ayam
komentar
beritaTerbaru