Jumat, 14 Agustus 2026

Uang Rupiah Lanjutkan Penguatan, Harga Emas Berbalik Melawan Tekanan

- Kamis, 13 April 2023 03:00 WIB
Uang Rupiah Lanjutkan Penguatan, Harga Emas Berbalik Melawan Tekanan
istockphoto
Ilustrasi
jaringberita.com - Mata uang Rupiah terus melanjutkan tren penguatan, seiring dengan terpuruknya kinerja US Dolar yang terjadi belakangan. Bahkan, indeks US Dolar dalam satu bulan terakhir mengalami penurunan sekitar 2,4%.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara (Sumut) saat ini USD Index berada dikisaran 102.09, padahal sekitar sebulan yang lalu sempat menyentuh level 105.

"Penurunan kinerja USD Index yang juga terlihat dari penurunan kinerja mata uang US Dolar terhadap Rupiah," ungkapnya, Rabu (12/4/2023).

Lebih lanjut, Gunawan menjelaskan, belakangan pelemahan US Dolar dipicu oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan bunga acuan The FED atau Bank Sentral AS, serta krisis perbankan di AS sebelumnya. Rupiah sendiri pada hari ini diperdagangkan di kisaran level 14.875 per US Dolar.

"Dalam 5 hari perdagangan terakhir rupiah masih menunjukan penguatan, seiring dengan membaiknya data cadangan devisa di posisi $145.2 Milyar," jelasnya.

Disisi lain, sambungnya, penguatan mata uang Rupiah justru menjadi katalis negatif bagi pembentukan harga emas dalam satuan mata uang rupiah.

"Harga emas dunia yang sempat melemah hingga ke level $1.988 per ons troy pada hari senin kemarin, saat ini kembali naik dan ditransaksikan di kisaran level $2.010 per ons troy nya," jelasnya.

Dia menyebutkan kenaikan harga emas juga didorong oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan Bank Sentral AS, yang diyakini akan menaikkan bunga acuan hanya satu kali lagi pada bulan mei mendatang.

Editor
:
Tags
beritaTerkait
Investor Mengharapkan Kejelasan Prospek Suku Bunga
Dollar Merosot, Harga Emas Ikut Juga Merosot
Harga Emas Antam dan Perak Kompak Turun Hari Ini, Cek Harganya
Harga Emas Antam Turun Rp1.000, Perak Naik Rp100
Harga Emas Antam Turun ke Level Rp1.053.000, Perak Rp12.700
Harga Emas Antam Terkoreksi ke Level Rp1.059.000, Perak Rp12.800
komentar
beritaTerbaru