Sabtu, 15 Agustus 2026

Video Viral Pasien Disebut Terlantar di Labuhabatu, Ini Penjelasan Kadis Kesehatan Sumut

- Kamis, 20 April 2023 23:00 WIB
Video Viral Pasien Disebut Terlantar di Labuhabatu, Ini Penjelasan Kadis Kesehatan Sumut
Net
Kadis Kesehatan Sumut Alwi Mujahit Hasibuan
jaringberita.com - Jagat maya kembali dihebohkan dengan video seorang perempuan berteriak-teriak di depan Puskesmas Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Labuhanbatu, tentang orangtuanya yang sakit dan ditelantarkan.

Dalam video tersebut terlihat, perempuan muda berteriak bahwa ayahnya sudah satu jam tidak ditangani oleh dokter karena dokter tidak ada di puskesmas tersebut.

Belakangan diketahui orangtua gadis tersebut bernama Padli Simanjuntak, karyawan PT HSJ dan sudah meninggal dunia.

Menurut keterangan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Alwi Mujahit, Rabu (19/4/2023), berdasarkan laporan dokter di Puskesmas, pasien bernama Padli Simanjuntak tersebut datang ke Puskesmas Negeri Lama sudah dalam keadaan meninggal (dead on arrival).

"Pasien sudah meninggal dari klinik kebunnya sendiri. Hal itu sudah dinyatakan oleh perawat dan dokter kebun PT SHJ. Begitu pun pihak keluarganya tidak percaya sama mereka sehingga mereka membawa pasien ke puskesmas agar bapaknya diinfus atau diberi tindakan, padahal sudah exit (meninggal," sebut Alwi Mujahit berdasarkan laporan dokter Puskesmas Negeri Lama.

Alwi kembali menjelaskan, bahwa seminggu sebelumnya pasien sudah dirawat di RSUD dan pasien PAPS, yang mana dalam peraturan BPJS Kesehatan kalau PAPS, BPJS-nya diblokir selama 14 hari.

"Kalau perawat IGD dan Bidan RB Puskesmas Negeri Lama standby 24 jam di puskesmas walaupun sekarang Puskesmas Negeri Lama turun kelas menjadi Puskesmas Rawat Jalan saja, kriteria rawat inap untuk klem BPJS gak memenuhi syarat karena kurang dokter," sebut Alwi.

Dalam hal ini, lanjut Alwi, pihak puskesmas yang dirugikan karena mengandung unsur fitnah, dan bisa menjadi perspektif buruk yang mencoreng nama institusi.

"Kita gak boleh diam saja biar kedepannya masyarakat gak seenak hatinya nya aja buat gini, panggil kedua belah pihak (puskesmas dan si pembuat Video) dan buat klarifikasi," ujar Alwi.

Terkait video yang sudah viral tersebut, Alwi menyebutkan kemungkinan yang bersangkutan akan dilaporkan ke pihak kepolisian setelah masa berdukanya selesai karena telah merugikan pihak puskesmas.

Terkait kelangkaan dokter di daerah, Alwi Mujahit menerangkan bahwa dokter sudah cukup. Hanya di beberapa puskesmas di Kepulauan Nias yang tidakbada dokternya.

"Dan itu sudah dipenuhi dengan program Nusantara Sehat dari Kemenkes. Masalah bagi kita adalah dokter spesialis yang menumpuk di kota Medan dan sekitarnya. Kita sudah mengupayakan dengan program Dokter Terbang dan Bakti Kesehatan Bermartabat (Bis Medis)," pungkasnya.

Editor
:
Tags
beritaTerkait
Bobby Nasution Harap Polda Sumut Terus Tingkatkan Pelayanan ke Masyarakat
Polisi Ungkap Pabrik Liquid Vape di Apartemen Lexing Ton
Momentum Hari Bhayangkara ke-79 Kapolda Sumut Mohon Maaf Masih ada Anggota Menyakiti Masyarakat
Pemuda ICMI Orwil Sumut dan Jurnalis Medan Sembelih Hewan Kurban
KPwBI Sumut Gelar 6th Sumatranomics, Bangun Pemahaman dan Kesadaran Pengembangan Perekonomian Sumatera
Bulog Sumut Apresiasi Kinerja Poldasu, Ciptakan Situasi Kondusif Sepanjang 2024
komentar
beritaTerbaru