Selasa, 18 Agustus 2026

Ikuti Langkah Gubernur, Dinas Kesehatan Sumut Bangun Kantin Representatif di Area Kantor

- Selasa, 30 Agustus 2022 19:40 WIB
Ikuti Langkah Gubernur, Dinas Kesehatan Sumut Bangun Kantin Representatif di Area Kantor
Istimewa
Kantin representatif Dinas Kesehatan Sumut

jaringberita.com - Medan: Mengikuti langkah Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumut segera membangun kantin representatif di areal kantornya. Untuk itu pembangunan ini diharapkan dapat selesai pada tahun ini juga.


Kadis Kesehatan Sumut, drg Ismail Lubis mengatakan, kantin representatif ini tidak hanya dibangun dua outlet saja, melainkan enam outlet dan ber-AC. Dia menyebutkan, hal ini dilakukan agar kantin nyaman dan juga sehat.

"Di atas nanti akan dibuat untuk tempat olahraga dan rooftop. Untuk pengelolaannya, kita serahkan ke ibu-ibu Dharma Wanita," ungkapnya, Selasa (30/8/2022).

Ismail menjelaskan, pembangunan kantin sehat representatif ini karena Dinas Kesehatan Sumut menginginkan kantin yang lebih baik dan menjamin siapa siapa saja yang ingin berbelanja atau yang ingin berolaharga di sana.

"Kantin ini sudah dimulai dan ini kita lakukan agar UMKM itu maju," sebutnya.

Menurutnya, ide kantin sehat representatif ini berawal saat ada Dharma Wanita membina UMKM, Jumat (26/8/2022) lalu.

"Jadi ibu-ibu Dharma Wanita itu membawa makanan UMKM tetangga binaan mereka. Itulah dijual di situ," terangnya.

Di sisi lain, dia mengaku, pembangunan kantin ini dilakukannya mengadopsi langkah Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang membangun kantin (kafetaria) di Kantor Gubernur Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan. Kafetaria tersebut diisi oleh para pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya menjual di pinggir jalan, sebelah Kantor Gubernur.

"Kayak yang dibuat Pak Gubernur itu, yang di bawah itu, itulah maksud saya. Selama ini kan tidak representatif kantin itu padahal sudah berganti-ganti Kepala Dinas. Untuk pembangunannya diupayakan tahun ini selesai," ujarnya.

Sementara itu terkait, Joglo dijadikan kafe yang dikabarkan telah menimbulkan pergunjingan, Ismail menyatakan siapa saja boleh berjualan di kantor, karena yang jualan di kantin saat ini juga adalah keluarga Dinkes, istri pegawai.

"Dan kalau sudah selesai kantin sehat siapa aja boleh berjualan asal kapasitas daya tampung masih ada dan ikut ketentuan oleh DWP persatuan yang mengelola," katanya.

Lagipula sebutnya, joglo yang dikabarkan dijadikan kafe yang lebih tepat disebut tempat ngopi itu pun hanya sementara menanti kantin selesai dibangun.

"Semua yang jualan di area kantor kita itu semua akan dimasukkan di kantin baru jika sudah selesai pembangunannya, jadi itu hanya sementara," pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Dinkes yang juga menjabat Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumut, Syarifah Zakia menyebutkan memang benar tempat ngopi itu binaan mereka dan keberadaannya juga sangat membantu, karena dapat menjadi sumber menambah Kas Dharma Wanita.

"Itukan Dharma Wanita punya, Pondok Segar Bermitra namanya, jadi setiap Jum'at ada kegiatan minuman segar. Di hari selain jumat tempat ngopi itu dibuka sebagai binaan dharma wanita. Keberadaan UMKM tu juga untuk uang kas Dharma Wanita kita, itupun kalau kantin selesai akan masuk ke dalam kantin nanti," tandasnya.

Baca Juga:
Editor
:
Tags
beritaTerkait
Bobby Nasution Harap Polda Sumut Terus Tingkatkan Pelayanan ke Masyarakat
Kenaikan Pangkat Personel Jajaran Poldasu, Tegaskan Komitmen Polri yang Humanis dan Presisi
Polda Sumut Gelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-79, Tegaskan Komitmen Melayani dan Berbenah
Lapas Kotapinang Terima Kunjungan Kerja Kakanwil Ditjenpas Sumatera Utara
Kapolda Sumut Sambut Presiden Jokowi Kunker di Sumut
Bus Operasi Lapangan Pemprov Sumut Tangani 12 Pasien Anak Bibir Sumbing
komentar
beritaTerbaru