Kemenkes Dorong Penggunaan Pangan Lokal Bergizi untuk Perbaiki Gizi Ibu Hamil dan Balita


Kemenkes Dorong Penggunaan Pangan Lokal Bergizi untuk Perbaiki Gizi Ibu Hamil dan Balita
Kemenkes

Sebelumnya, untuk memperbaiki gizi masyarakat Kemenkes sudah memberikan tablet tambah darah bagi remaja putri melalui aksi bergizi mencegah anemia. Selanjutnya pemberian gizi bagi ibu hamil untuk mencegah kekurangan gizi pada saat kehamilan.

''PMT berbahan pangan lokal bertujuan untuk memperbaiki status gizi ibu hamil dan Balita. Diharapkan dari PMT ini terjadi penambahan berat badan ibu hamil yang sesuai dengan usia kehamilannya, perbaikan status gizi pada Balita gizi kurang, dan kenaikan berat badan pada Balita dengan berat badan kurang,'' ungkap Dirjen Maria.

Dalam pelaksanaanya, PMT berbahan pangan lokal dilakukan berdasarkan petunjuk teknis (Juknis) yang diluncurkan hari ini, Kamis (17/5/2023). Pada Juknis tersebut Balita yang berat badannya tidak naik atau mengalami penurunan dalam kurun waktu satu bulan, akan dilakukan intervensi dengan PMT berbahan pangan lokal.

Adanya Juknis PMT berbahan pangan lokal ini bermula pada 2022 Kemenkes melakukan uji coba PMT di 31 kabupaten/kota, di mana 16 di antaranya adalah PMT dengan bahan pangan lokal dari rekomendasi kelompok kerja ahli gizi.

''Kami telah mendapatkan rekomendasi berapa lama pemberian makanan tambahan berbahan makanan lokal ini diberikan. Rekomendasi inilah yang mendasari petunjuk teknis yang kita launching pada hari ini,'' ucap Dirjen Maria.

Tahun ini, lanjutnya, pemerintah daerah sudah melaksanakan kegiatan PMT berupa pangan lokal melalui berbagai skema diantaranya melalui dana alokasi khusus oleh Puskesmas.

Di kesempatan yang sama, Kemenkes juga mengenalkan website https://link.kemkes.go.id/1000hpkkehamilan.

Website ini hadir sebagai tempat untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan yang akhirnya menumbuhkan sikap dan memotivasi ibu hamil, ibu bayi dan balita untuk dapat menyiapkan makanan yang mengandung tinggi protein dan berbahan pangan lokal sesuai dengan kebutuhan gizinya.

Editor
: Nata

Tag: