jaringberita.com - Lebih dari 100 rumah warga di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan rusak akibat angin kencang, yang terjadi pada, Jumat (30/12/2022) lalu.
Dari jumlah itu, 33 rumah mengalami rusak, 9 rusak sedang dan 1 rusak berat. Sementara untuk 75 rumah lainnya tidak dirinci oleh BPDB tingkat kerusakannya.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, sejak Kamis (5/1/2023) kemarin, warga telah bergotong royong untuk membersihkan puing-puing rumah yang rusak tersebut.
"BPBD Kabupaten Gowa dan unsur terkait lainnya membantu warga yang rumahnya terdampak bencana angin kencang. Personel gabungan dari dinas pekerjaan umum, dinas sosial, TNI, Polri, petugas kecamatan dan kelurahan serta relawan berada di lokasi terdampak bersama warga," ungkapnya, Jumat (6/1/2023).
Meskipun terjadi kerusakan pada rumah warga, BPBD Kabupaten Gowa tidak mengidentifikasi adanya warga yang mengungsi. Berdasarkan informasi dari tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Gowa, warga terdampak berada pada sejumlah desa di 4 kecamatan yang merasakan fenomena angin kencang tersebut.
Desa atau kelurahan yang teridentifikasi antara lain, Desa Manjalling, Mandalle, Tanabangka, Borimatangkasa, Gentungang dan Kalemandalle di Kecamatan Bajeng Barat, Desa Moncobalang, Lembang Parang, Tamannyeleng, Biringala, Tinggimae dan Benteng Somba Opu di Kecamatan Barombang, serta dua kecamatan lain, Pallanga dan Parangbanoa.
Muhari menjelaskan, fenomena serupa juga terjadi di Kota Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Kamis (5/1/2023), pukul 14.30 waktu setempat. Angin kencang berlangsung bersamaan dengan hujan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah kota.
Tidak ada laporan adanya korban luka-luka atau warga mengungsi. BPBD Kota Takalar menginformasikan sebanyak 98 KK terdampak akibat peristiwa ini.
Lokasi yang terkena imbas angin kencang berada di Desa Tamalate, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar.
Masih di Provinsi Sulawesi Selatan, bencana hidrometeorologi berupa banjir terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang. Banjir menerjang dua desa di dua kecamatan pada Kamis (5/1/2023), pukul 18.30 WITA. BPBD setempat mencatat 159 KK terdampak kejadian tersebut. Sedangkan warga mengungsi tercatat 7 KK atau 26 jiwa.
Sebanyak 194 rumah warga yang berada di Desa Teteaji (Kecamatan Tellu Limpoe) dan Kelurahan Wette’e (Panca Lautang) terdampak banjir. Selain menggenangi rumah warga, area sawah seluas 622 hektar juga terendam banjir.
"BPBD telah melakukan upaya penanganan darurat, seperti pelayanan warga yang mengungsi dan penilaian kebutuhan. Di samping itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan aparat desa maupun kelurahan," pungkasnya.