Sudah Dua Kali Diperiksa, Polisi Belum Tetapkan Tersangka dengan Terlapor Firli Bahuri


Sudah Dua Kali Diperiksa, Polisi Belum Tetapkan Tersangka dengan Terlapor Firli Bahuri
Kombes Ade Safri Simanjuntak
jaringberita.com -Penyidik gabungan dari Ditrreskrimsus Polda Metro Jaya dan Dittipidkor Bareskrim Polri belum menetapkan tersangka dugaan pemerasaan terhadap eks Mentan Syahrul Yasin Limpo dengan terlapor Ketua KPK Firli Bahuri.

Meski sudah memeriksa Firli Bahuri sebanyak dua kali sebagai saksi. Selain itu penyidik juga telah meminta keterangan 91 saksi termasuk SYL dan delapan ahli baik itu hukum pidana, hukum acara, digital forensi dan pakar mikro ekspresi.

"Selanjutnya, dari hasil pemeriksaan pada hari ini, selanjutnya penyidik gabungan akan melakukan konsolidasi, melakukan anev (analisa dan evaluasi) dari perjalanan sidik yang telah kita lakukan mulai tanggal 9 November hingga hari ini Kamis 16 November 2023, untuk menentukan langkah tindak lanjut penyidikan selanjutnya," kata Direskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Ade Safri di Bareskrim Polri, Kamis (16/11)2023.

Mengenai proses penyidikan tindak pidana korupsi berupa pemerasan atau penerimaan gratifikasi oleh penyelenggara negara kata Ade sesuai dengan pasal 184 KUHAP disebutkan bahwa perlu 5 alat bukti. Kelima alat bukti yang diperlukan adalah transaksi, keterangan ahli, surat, petunjuk dan keterangan terlapor.

"Jadi sebagaimana saya sampaikan tadi bahwa upaya penyidikan itu mencari dan mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidana itu terjadi dan menemukan tersangkanya," terang Ade Safri.

Selain sudah mengumpulkan keterangan puluhan saksi dan ahli, penyidik gabungan juga telah menyita beberapa barang bukti, LHKPN (Laporan Hasil Kekayaan Penyelenggara Negara) milik Firli Bahuri mulai dari 2019 hingga 2022.

"Atas penetapan izin khusus penyitaan dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tadi untuk dokumen yang dimaksud telah diserahkan oleh FB selaku ketua KPK RI kepada penyidik untuk kemudian dilakukan penyitaan," bebernya.

Penulis
: Yudha Marhaena S
Editor
: Yudha Marhaena

Tag: