jaringberita.com -
Pemko Medan mengakui bahwa hasil yang didiskusikan berbeda dengan hasil di lapangan menjadi salah satu faktor penyebab lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang disebut sebagai lampu pocong dianggap total loss (proyek gagal).
Atas ketidaksesuaian tersebut, Pemko Medan pun meminta kepada pihak kontraktor untuk mengembalikan anggaran yang telah dibayarkan.
Walikota Medan Bobby Nasution mengungkapkan, jika selama ini banyak keluhan yang disampaikan oleh masyarakat terkait lampu pocong tersebut.
“Kita banyak menerima kritikan dan masukan dari masyarakat baik itu terkait desainnya, tata letak misalnya jarak antar satu lampu dengan yang lainnya hingga material yang digunakan juga tidak sesuai dengan spek. Ya, kita nyatakan memang ini adalah total loss,” katanya.
Disinggung mengapa baru sekarang mengatakan jika proyek lampu pocong adalah total loss, Bobby mengaku, jika di awal tahun 2023, pihak kontraktor diberi perpanjangan waktu untuk menyelesaikannya. Namun justru banyak ketidaksesuaian yang ditemukan di lapangan.
Bobby menegaskan, jika fokus pengerjaan sebenarnya terletak pada landscape serta trotoar, lalu menyusul pemasangan lampu jalan. Artinya, sambung dia, gambar kerja berbeda dari perencanaan yang telah diputuskan di awal.
“Pengawasan telah kita lakukan secara berjenjang di dinas terkait bersama dengan konsultan supervise, namun tidak dilakukan secara optimal. Hal ini sesuai dengan hasil pengawasan internal kami melalui Inspektorat Kota Medan,” terangnya.
Sementara terkait bagaimana rencana penataan Kota Medan ke depannya, Bobby menjelaskan jika akan terus berupaya sehingga wajah Medan lebih baik, mulai dari penataan kawasan Kota Lama Kesawan hingga Lapangan Merdeka.
“Kita tetap dan terus berupaya agar tidak ada lagi hal-hal yang menjadi perbincangan di masyarakat dan ketidaksesuaian di lapangan. Mudah-mudahan semua berjalan lancar,” pungkasnya.